Mengapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdekatan? Ini Alasannya
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 17 Mei 2025
- visibility 257
- comment 0 komentar

Mengapa Indomaret dan Alfamart Selalu Berdekatan? Ini Alasannya
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa gerai Indomaret dan Alfamart sering kali berdiri bersebelahan di berbagai sudut kota? Fenomena ini bukan tanpa alasan.
Di balik persaingan dua raksasa ritel ini, tersimpan strategi bisnis yang saling menguntungkan dan membentuk pasar yang dinamis.
Meski berada di lokasi yang nyaris berdampingan, kedua minimarket ini tetap diburu masyarakat. Konsumen tak hanya datang untuk memenuhi kebutuhan harian, tapi juga berburu promo dan diskon yang selalu tersedia.
Pakar marketing dan Managing Partner Inventure, Yuswohady, mengungkapkan bahwa lokasi Indomaret dan Alfamart yang berdekatan justru menjadi strategi yang cerdas dalam menjawab permintaan pasar.
“Lokasi itu penting dan kritikal bagi keduanya. Untuk bisa menemukan tempat yang sudah terbentuk demand, itu bukan sesuatu yang mudah,” ujarnya kepada Okezone beberapa waktu lalu, yang dikutip Sabtu (17/5/2025).
Menurut Yuswohady, langkah saling berdekatan ini justru mencerminkan strategi kooperatif, bukan semata-mata kompetisi. Ia menyebut, bahwa perilaku konsumen yang dinamis membuat kedua perusahaan memilih untuk berbagi wilayah yang sama.
“Ada anggapan bahwa orang ketika sudah pergi ke Indomaret, maka tidak akan mengunjungi Alfamart. Kenyataannya tidak begitu,” jelasnya.
Yuswohady menambahkan, bahwa persaingan ini justru memperbesar permintaan dan membentuk ekosistem pasar yang sehat. Ketika salah satu lebih dulu membuka gerai di suatu lokasi, ia sesungguhnya sedang membangun basis permintaan yang kemudian dimanfaatkan pesaingnya.
“Contohnya, kalau Alfamart duluan yang datang ke lokasi, maka Alfamart sedang membangun ekosistem demand-nya. Ketika market sudah terbentuk, Indomaret tinggal masuk tanpa repot survei demand,” paparnya.
“Sebaliknya, jika Indomaret datang duluan dan berhasil membentuk pasar, maka Alfamart pun akan menyusul,” tambahnya.
Ia menilai, bahwa kehadiran dua pemain besar dalam satu area justru memperkuat pasar. “Persaingan itu justru membentuk dan meningkatkan permintaan. Pasar jadi kuat. Kalau hanya satu pemain, pasarnya tidak akan tumbuh besar. Market akan besar jika dinamis. Persaingan membuat konsumen tergugah untuk belanja. Kalau monopoli, justru mematikan demand,” tegas Yuswohady.
Tak heran, keberhasilan Indomaret dan Alfamart dalam merajai pasar ritel nasional turut mengantarkan pemiliknya ke daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2024.
Djoko Susanto, pendiri Alfamart, kini menduduki peringkat ke-12 dengan kekayaan sebesar USD4,1 miliar atau sekitar Rp67,6 triliun. Alfamart di bawah kepemilikannya telah berkembang menjadi lebih dari 22.000 gerai di Indonesia dan 2.000 toko di Filipina.
Sementara itu, Anthoni Salim, bos Salim Group dan pemilik Indomaret melalui Indoritel Makmur Internasional (DNET), menempati peringkat kelima dengan total kekayaan USD12,8 miliar atau sekitar Rp211,2 triliun. Indomaret sendiri telah memiliki lebih dari 19.000 gerai yang tersebar hingga ke pelosok nusantara.
Jika dijumlahkan, kekayaan dua penguasa minimarket ini mencapai angka fantastis: Rp278,8 triliun.
- Penulis: admin


