Pemkot Pangkalpinang Akan Gunakan Skema APBD Multi-years untuk Lanjutkan Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 17 Mar 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Akan Gunakan Skema APBD Multi-years untuk Lanjutkan Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang memastikan pembangunan Masjid Agung Kubah Timah akan tetap berlanjut. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemkot berencana menggunakan skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Multi-years untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go, mengungkapkan bahwa awalnya pemerintah berencana mengajukan pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan. Namun, opsi tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Mengingat kondisi saat ini, CSR belum bisa menjadi solusi utama. Oleh karena itu, kami berencana mengalokasikan dana dari APBD dengan mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) Multi-years,” ujar Mie Go, saat diwawancarai usai menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kubah Timah, Minggu (16/3/2025) malam.
Mie Go menjelaskan, skema Multi-years ini dipilih karena pembangunan masjid tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran. Namun, diakuinya, pengajuan Perda ini baru akan dilakukan setelah kondisi keuangan daerah dinilai memungkinkan.
Saat ini, lanjutnya, Pemkot masih berfokus pada efisiensi anggaran untuk optimalisasi penggunaan dana yang tersedia.
“Untuk pengajuannya belum bisa sekarang karena kita masih dalam masa efisiensi anggaran. Namun, setelah kondisi keuangan memungkinkan, usulan tersebut akan segera diajukan,” jelasnya.
Masjid Agung Kubah Timah sendiri masih membutuhkan tambahan dua kubah dan satu menara setinggi 25 meter untuk melengkapi desainnya. Jika pembangunan selesai, masjid ini akan memiliki lima kubah, yang melambangkan lima rukun Islam dan lima salat wajib.
Meski masih dalam tahap pengembangan, Pemkot Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Masjid yang diresmikan pada 10 November 2023 itu, dengan dukungan kebijakan keuangan yang tepat.
Sebagai informasi, seperti dikutip dari tender-indonesia.com, pembangunan Masjid yang dirancang oleh arsitek Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat itu, dibagi dalam beberapa paket pelaksanaan rekonstruksi.
Dimulai dengan pembangunan tahap awal yang menelan dana Rp 35 Miliar dengan menggunakan anggaran Multi-years contract atau kontrak tahun jamak dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Dana itu digunakan untuk membangun bangunan masjid utama beserta kubah, ruang wudu pria dan wanita, gedung Islamic Centre tahap pertama, jalan masuk, plaza timur sementara dan grading lahan.
Kemudian dilanjutkan dengan paket A dengan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO), minaret, plaza barat dan gereja dengan dana Rp 5,2 Miliar. Lalu paket B senilai Rp 6,5 Miliar dengan pengerjaan tempat parkir semi basemen, plaza timur, serta pengerjaan sisi timur dan selatan masjid.
Untuk paket C yakni pembangunan kubah kelas dan islamic centre tahap kedua dengan biaya rekonstruksi sekitar Rp 8 Miliar. Paket D hanya pembangunan kubah ruang serba guna dengan biaya Rp 8,7 Miliar. Sedangkan jika secara keseluruhan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid ini cukup fantastis hingga mencapai Rp 64 Miliar.
- Penulis: admin


