Perkuat Kompetensi SDM untuk Pembangunan Berkelanjutan, Semen Merah Putih Gelar Sertifikasi Tenaga Konstruksi di Serang
- account_circle
- calendar_month Sab, 12 Okt 2024
- visibility 90
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (SERANG) – Semen Merah Putih kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan mendukung Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Angkatan XV dan XVI di Serang, Banten.
Program yang berlangsung pada 25-28 September 2024 ini merupakan hasil kerja sama antara Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW) Jakarta dan Komisi V DPR RI.
Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta yang terbagi dalam dua batch, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia agar siap menghadapi tantangan dalam pembangunan infrastruktur nasional.
SDM Kunci Pembangunan Infrastruktur Berkualitas
Kepala BJKW III, Samuel E D P Tampubolon, menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan bahwa selain teknologi dan sumber daya alam, SDM adalah modal utama yang harus terus ditingkatkan.
“Keberhasilan sebuah proyek infrastruktur sangat bergantung pada kompetensi pekerja konstruksi. Peningkatan keterampilan mereka adalah upaya penting untuk menghindari kegagalan konstruksi dan memastikan keselamatan di lapangan,” ujar Samuel dalam keterangannya, yang diterima DOORSTOP ID, Sabtu (12/10/2024).
Samuel juga menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menekankan pentingnya kompetensi SDM dalam mewujudkan infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan.
Semen Merah Putih Komitmen Dukung Peningkatan Kualitas Konstruksi
Semen Merah Putih, melalui program Mandor Pintar Institute (MPI), juga mendukung inisiatif ini. Brand & Communication Manager Semen Merah Putih, Galih Soetrisno, menyatakan bahwa MPI merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia.
“Kami berharap program ini dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing tinggi, sehingga kualitas infrastruktur di Indonesia semakin meningkat,” ucap Galih.
Galih menambahkan bahwa MPI berfokus pada pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini di industri konstruksi.
Kolaborasi Swasta dan Pemerintah untuk Perbaiki Ekosistem Konstruksi
Program ini merupakan wujud kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperbaiki ekosistem konstruksi di Indonesia. Anggota Komisi V DPR RI, H Tubagus Haerul Jaman BSc SE, mengapresiasi kerja sama ini dan berharap program sertifikasi terus dilanjutkan.
“Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa tenaga kerja konstruksi kita kompeten dan bersertifikat, sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan aman dan berkualitas,” tutur Tubagus Haerul Jaman.
Fokus pada Keselamatan dan Manajemen Proyek
Program sertifikasi ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai keselamatan kerja, manajemen proyek dan komunikasi di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan tenaga kerja dapat bekerja sesuai standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Dengan semakin banyaknya tenaga kerja konstruksi bersertifikat, diharapkan tingkat kecelakaan kerja dan kegagalan konstruksi dapat diminimalkan, serta proyek infrastruktur di Indonesia dapat berjalan lebih efisien dan berkualitas.
- Penulis:


