Polda Babel Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Subsidi, Antrean SPBU Menyusut Drastis
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 28 Sep 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

Polda Babel Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Subsidi, Antrean SPBU Menyusut Drastis
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) langsung bergerak cepat menyikapi fenomena antrean panjang kendaraan yang sempat mengular hingga tiga kilometer di sejumlah SPBU, terutama di wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Polisi menggelar operasi penertiban besar-besaran sejak Jumat, 25 September 2026, demi mengantisipasi gangguan keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, memaparkan bahwa pihaknya menerapkan tindakan komprehensif mulai dari preemtif, preventif, hingga represif guna mengantisipasi masalah tersebut.
“Dari data yang kami dapatkan, bahwa sebelum dilakukan penertiban, terjadi panjang antrean kendaraan kurang lebih 2-3 kilometer,” ungkap Kombes Pol Agus dalam konferensi pers di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Senin siang (28/9/2026).
Dalam operasi yang berlangsung selama tiga hari (25–27 September 2026), aparat kepolisian menjaring ratusan pelanggar. Polisi menindak 70 kendaraan yang menggunakan pelat palsu, 144 kendaraan yang melakukan pengisian berulang, serta 15 kendaraan bertangki modifikasi. Sasaran penertiban ini berfokus pada pengerit atau pelangsir, pengguna tangki modifikasi, pengguna barcode MyPertamina milik orang lain, pengguna pelat palsu, hingga indikasi keterlibatan oknum SPBU.
Ketegasan polisi terbukti dalam penegakan hukum di Desa Badau, Kabupaten Belitung, pada Sabtu (26/9/2026). Tim gabungan Polres Belitung mengamankan tiga orang tersangka, yang terdiri dari dua pelangsir dan satu oknum petugas nozel SPBU.
Dari tangan para pelaku, kata Agus, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 6 jeriken berisi total 120 liter BBM bersubsidi jenis Pertalite, 2 unit mobil, serta 19 kartu barcode MyPertamina. Para pelaku melangsir Pertalite secara berulang memanfaatkan belasan kartu barcode tersebut dengan bantuan dari oknum petugas nozel. Saat ini, ketiga pelaku sudah berada di Mapolres Belitung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Upaya tegas dari aparat kepolisian ini langsung membuahkan hasil nyata di lapangan. Kondisi antrean kendaraan yang sebelumnya mengular berkilo-kilometer kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 50 hingga 100 meter saja.
Lebih lanjut, Agus menegaskan, Polda Kepulauan Bangka Belitung akan terus menggandeng pihak terkait seperti Pertamina untuk memperketat pengawasan di seluruh lini SPBU secara berkelanjutan.
“Pada kesempatan ini juga, kami menyampaikan komitmen bahwa akan menindak tegas segala upaya ataupun aktivitas ilegal, terutama pada penyalahgunaan BBM bersubsidi, guna menjaga kondusifitas kamtibmas Babel yang aman dan kondusif,” tegas Agus.
“Kami juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi yang menjadi hak masyarakat luas,” tukasnya.
- Penulis: admin


