Prof Udin: Sah-sah Saja Murid Gunakan AI, Asalkan Disebutkan Sumbernya
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 5 Sep 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar

Prof Udin: Sah-sah Saja Murid Gunakan AI, Asalkan Disebutkan Sumbernya
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, mendukung penuh pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di lingkungan sekolah, asalkan tetap mematuhi batasan etika akademis. Hal ini ia sampaikan usai memberikan pembekalan dalam seminar etos kerja profesional guru dan karyawan sekolah Katolik di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Sabtu (5/9/2026).
Saparudin menjelaskan bahwa pemerintah daerah fokus memberikan penguatan kepada para tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern. Pembekalan ini menyasar para guru dari berbagai yayasan besar, termasuk Yayasan Budi Mulia Lourdes, Tunas Karya, dan Yayasan Vitus Bouma.
“Ini kita memberikan penguatanlah kepada guru-guru dari beberapa yayasan, seperti Budi Mulia, Tunas Karya, dan Vitus Bouma. Beberapa sekolah, guru-guru yang kita berikan penguatan, tentang bagaimana mereka memberikan pembelajaran kepada murid-muridnya,” ujar Saparudin kepada awak media.
Ketika ditanya mengenai tantangan teknologi ke depan, Saparudin menekankan pentingnya bagi para guru untuk mulai mengubah pola pikir dalam mengajar. Guru tidak boleh antipati terhadap teknologi, melainkan harus memimpin arah pembelajaran di era digital.
“Tadi kita sampaikan kepada guru-guru, mereka untuk berpikir bahwa bagaimana cara pembelajaran di era artificial intelligence atau AI saat ini,” lanjutnya.
Mengenai fenomena murid yang kerap menggunakan AI dalam menyelesaikan tugas sekolah, orang nomor satu di Pangkalpinang ini menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan tidak perlu dilarang. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai pentingnya kejujuran akademik dan penyertaan sumber ilmiah.
“Sah-sah saja, boleh-boleh saja ya, tapi ada batasannya. Ada batasan AI sesuai dengan kemampuan AI-nya. Tapi di dunia pendidikan tentunya harus ada, tetap harus ada bukti ilmiah. Misalnya kita mengatakan, saya mengutip dari AI, harus disebutkan,” tegas Saparudin.
Ia berharap, melalui seminar ini, institusi pendidikan di Pangkalpinang, khususnya sekolah-sekolah di bawah yayasan Katolik, dapat melahirkan generasi yang melek teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai integritas dan disiplin ilmiah.
- Penulis: admin


