SDN 10 Mentok Siapkan Serangkaian Kegiatan Ramadan untuk Perkuat Mental Religius Siswa
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 25 Feb 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar

Seluruh Kegiatan Diharapkan Mampu Memberi Kesan Mendalam Bagi Siswa
DOORSTOP.ID, MENTOK — Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan SDN 10 Mentok sebagai momentum strategis untuk memperkuat mental religius dan karakter siswa melalui berbagai program terstruktur.
Kepala SDN 10 Mentok, Isriyanto, S.Pd.SD, M.Pd, menyebut Ramadan sebagai “laboratorium karakter” yang efektif dalam membentuk pribadi tangguh dan berakhlak mulia.
“Dalam dunia pendidikan, Ramadan dipandang sebagai laboratorium karakter yang efektif untuk membentuk pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” ujar Isriyanto dalam pernyataan resmi yang diterima DOORSTOP.ID, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, ibadah puasa bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana pembelajaran nilai kejujuran, pengendalian diri, serta penguatan integritas yang sejalan dengan visi sekolah dalam mencetak generasi berkarakter.
“Melalui ibadah puasa, para siswa diajak memahami esensi kejujuran dan pengendalian diri, yang secara langsung mendukung visi sekolah dalam mencetak generasi yang berkarakter,” tambahnya.
Ia menegaskan, fondasi religius yang kuat menjadi modal utama siswa dalam menghadapi tantangan zaman dengan integritas tinggi.
Penguatan mental religius tidak hanya dilakukan melalui kurikulum formal, tetapi juga melalui pembiasaan rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Para siswa mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an, khususnya pembacaan surah-surah pendek.
“Para siswa dengan antusias mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an, khususnya pembacaan surah-surah pendek, yang bertujuan menciptakan ketenangan batin dan kesiapan spiritual sebelum menerima ilmu pengetahuan,” jelas Isriyanto.
Ia menekankan bahwa aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual siswa agar suasana belajar mengajar berlangsung dalam energi positif dan penuh keberkahan.
SDN 10 Mentok, kata Isriyanto, telah menyiapkan sejumlah program unggulan selama Ramadan 1447 H.
Program diawali dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah setiap pagi sebagai langkah konkret dalam menanamkan kedisiplinan dan keistiqamahan beribadah.
“Program ini bertujuan melatih kedisiplinan dan keistiqamahan siswa dalam beribadah,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Isriyanto, pada 11–12 Maret 2026, sekolah akan menggelar Pesantren Kilat bagi siswa kelas IV, V dan VI, yang dirancang untuk memberikan pemahaman agama yang lebih mendalam dan aplikatif.
“Jadi siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mampu mempraktikkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, lewat sentuhan inovasi dalam penyampaian materi di Pesantren Kilat nantinya,” kata dia.
Tak hanya itu, sekolah juga akan menggelar pembagian takjil kepada warga sekitar serta buka puasa bersama, yang bertujuan menumbuhkan empati dan kepedulian sosial siswa sekaligus mempererat silaturahmi antara guru, siswa, dan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan ini, hubungan antara warga sekitar sekolah, guru, dan siswa menjadi lebih harmonis, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan penuh keceriaan serta semangat antusias,” tuturnya.
Sebagai bentuk keteladanan, guru dan pegawai SDN 10 Mentok juga melaksanakan khataman Al-Qur’an selama Ramadan, yang bertujuan meningkatkan kualitas spiritual tenaga pendidik agar tetap sehat secara mental dan rohani dalam menjalankan amanah pendidikan.
Isriyanto berharap, interaksi rutin dengan Al-Qur’an mampu menjadikan para guru figur inspiratif bagi siswa.
“Pelaksanaan kegiatan ini membuktikan bahwa SDN 10 Mentok terus melakukan inovasi dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan kerja demi menjaga keberkahan institusi,” paparnya.
Kepedulian sosial sekolah juga diwujudkan melalui program “Ramadan Peduli”, yakni pemberian santunan kepada siswa yatim dan kurang mampu.
“Tujuannya untuk memastikan seluruh siswa dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan rasa syukur dan tetap sehat secara fisik maupun mental tanpa merasa kekurangan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini dapat meninggalkan kesan mendalam dan membentuk karakter siswa secara berkelanjutan.
“Semoga mereka bermental dan berkarakter kuat, terbuka terhadap inovasi, memiliki jiwa dan raga yang sehat, serta selalu antusias dalam menebar kebaikan,” pungkasnya. (*)
- Penulis: admin


