Selenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Lanjut, Menteri Nusron: Front End Pelayanan Paling Dasar Ada di Kepala Kantor Pertanahan
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- visibility 68
- comment 0 komentar

Efektivitas Pelatihan Tidak Hanya Ditentukan oleh Kurikulum atau Pengajar, Melainkan oleh Kedisiplinan dan Keseriusan Peserta
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Produk layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada dasarnya merupakan produk hukum yang berdampak langsung terhadap hak kepemilikan masyarakat serta kepastian hukum atas tanah.
Karena itu, proses penerbitannya mengandung risiko tinggi. Untuk memitigasi risiko tersebut, Kementerian ATR/BPN terus melakukan transformasi layanan berbasis sistem sekaligus memperkuat kompetensi jajaran melalui pelatihan manajemen risiko.
“Pelatihan manajemen risiko ini sangat penting,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, secara daring dalam Pelatihan Manajemen Risiko Tingkat Lanjut Qualified Risk Management Professional (QRMP) Tahun 2025, di Aula Nusantara, BPSDM Cikeas, Selasa (28/10/2025).
“Karena kita sebagai kepala pelayanan, front end yang paling dasar itu ada di kepala kantor. Kita harus mampu melakukan beberapa langkah untuk memitigasi potensi-potensi risiko yang akan muncul,” tambahnya.
Menteri Nusron menegaskan, pengambilan keputusan dalam layanan pertanahan tidak boleh semata-mata berorientasi pada pencapaian target keluaran, tetapi wajib memperhitungkan risiko sejak awal agar kualitas produk tetap terjamin.
“Karena itu, bapak-ibu mengikuti pelatihan ini supaya ketika mengambil keputusan selalu mempertimbangkan potensi-potensi risiko yang muncul. Sehingga produknya benar-benar qualified, akuntabel, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lebih jauh, Nusron menekankan bahwa efektivitas pelatihan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau pengajar, melainkan oleh kedisiplinan dan keseriusan peserta.
“Kunci pelatihan itu tidak sekadar di kurikulum, tidak sekadar di dosen, tapi pada proses belajar mengajarnya: serius atau tidak, disiplin atau tidak. Semua itu tidak ada artinya kalau tidak ada keseriusan dari peserta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Agustyarsyah, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 66 peserta yang terdiri atas 63 Kepala Kantor Pertanahan dari 125 kantor pertanahan prioritas, serta tiga Kepala Bagian Manajemen Risiko dari unit kerja teknis.
Agustyarsyah menjelaskan, pelatihan tingkat lanjut ini bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai dalam menerapkan dan mengembangkan manajemen risiko secara sistematis dan terintegrasi.
“Kita berharap pelatihan ini mampu mengidentifikasi, menganalisis, serta memitigasi potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan Kementerian ATR/BPN,” pungkasnya.
Pelatihan ini berlangsung pada 27–31 Oktober 2025 dengan metode klasikal. Dalam pembukaan pelatihan tersebut, hadir secara daring Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. (GE/JM)
Sumber: Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN RI
- Penulis: admin


