Breaking News
light_mode
Beranda » BANGKA BELITUNG » Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung: Ancaman bagi Lingkungan dan Satwa Liar

Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung: Ancaman bagi Lingkungan dan Satwa Liar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Tambang Timah Ilegal di Bangka Belitung: Ancaman bagi Lingkungan dan Satwa Liar

DOORSTOP.ID, BANGKA BELITUNG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dikenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia, kini menghadapi ancaman serius akibat maraknya aktivitas tambang timah ilegal. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga meningkatkan konflik antara manusia dan satwa liar, terutama buaya.

Tambang timah ilegal sering kali beroperasi tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Penebangan hutan dan pengerukan sungai menyebabkan degradasi habitat alami satwa liar.

Hutan mangrove dan kawasan pesisir, yang menjadi tempat hidup serta berkembang biak bagi buaya muara, semakin menyusut. Kondisi ini memaksa buaya keluar dari habitat aslinya dan mencari wilayah baru, yang kerap berujung pada interaksi dengan manusia.

Konflik antara manusia dan buaya pun meningkat. Sepanjang tahun 2024, belasan kasus serangan buaya terhadap warga tercatat di Bangka Belitung. Selain buaya, spesies lain seperti tarsius juga terdampak.

Hilangnya tutupan vegetasi mengurangi sumber makanan dan tempat berlindung, mengganggu keseimbangan ekosistem yang telah terbentuk secara alami.

Ancaman bagi Satwa Liar

Manager PPS Alobi Air Jangkang, Endy R. Yusuf, mengungkapkan bahwa ekosistem satwa terganggu akibat maraknya aktivitas tambang timah ilegal. Satwa liar yang kehilangan habitatnya terpaksa mencari tempat baru, sering kali di lokasi yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

“Ekosistem yang terganggu akibat tambang ilegal menyebabkan satwa-satwa ini mencari habitat baru. Itulah mengapa sering muncul anggapan bahwa dulunya tidak ada buaya di suatu tempat, tetapi kini muncul buaya. Ini karena habitatnya rusak,” ujar Endy.

Dampaknya, masyarakat semakin sering berhadapan dengan buaya yang memasuki permukiman atau wilayah perairan yang sebelumnya aman. Tak jarang, warga terpaksa menangkap buaya demi keselamatan, sebelum kemudian satwa tersebut dievakuasi ke PPS Alobi. Namun, keterbatasan fasilitas membuat upaya penyelamatan ini menghadapi kendala besar.

“Buaya merupakan satwa yang dilindungi. Namun, saat habitatnya rusak, mereka menjadi korban. Kami sering mengevakuasi buaya yang ditangkap warga, tapi tempat kami terbatas,” tambahnya.

Solusi: Tambang Berkelanjutan dan Konservasi Alam

Endy menekankan, bahwa sektor pertambangan masih menjadi penggerak ekonomi utama bagi masyarakat Bangka Belitung. Namun, eksploitasi sumber daya harus dilakukan dengan menerapkan prinsip good mining practice (GMP), yang mencakup pemulihan dan reklamasi lahan bekas tambang.

“Pertambangan harus dilakukan dengan berwawasan lingkungan, menerapkan prinsip good mining practice, serta menjalankan reklamasi agar ekosistem tetap terjaga,” tegasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat. Penegakan hukum terhadap tambang ilegal harus diperketat, disertai dengan program rehabilitasi lahan dan restorasi ekosistem sungai.

Selain itu, upaya konservasi satwa liar perlu diperkuat, misalnya dengan mendirikan kawasan konservasi baru serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Perusahaan tambang yang beroperasi secara legal, seperti PT Timah, diharapkan dapat menjadi contoh dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

Keterlibatan aktif perusahaan dalam program penanaman kembali, penyelamatan satwa, dan edukasi lingkungan akan menjadi langkah penting untuk memperbaiki ekosistem yang sudah rusak.

“Memulihkan ekosistem yang rusak memang membutuhkan waktu dan usaha besar. Namun, dengan kolaborasi yang kuat, keseimbangan alam dapat dipulihkan. Menghentikan tambang ilegal dan memprioritaskan konservasi bukan hanya tentang melindungi satwa, tetapi juga memastikan generasi mendatang dapat hidup berdampingan dengan kekayaan alam yang menjadi identitas Bangka Belitung,” pungkas Endy.

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Tutup Festival Semarak Ekraf 2025, Juhaini: Pangkalpinang Rumah Talenta dan Inovasi Kreatif

    Resmi Tutup Festival Semarak Ekraf 2025, Juhaini: Pangkalpinang Rumah Talenta dan Inovasi Kreatif

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Resmi Tutup Festival Semarak Ekraf 2025, Juhaini: Pangkalpinang Rumah Talenta dan Inovasi Kreatif DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang 2025 resmi ditutup oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, dalam seremoni penutupan yang digelar di Alun-alun Taman Merdeka, Sabtu (10/5/2025) malam. Dalam sambutannya, Juhaini menegaskan bahwa Festival yang berlangsung selama dua hari […]

  • PT TIMAH Boyong UMKM Mitra Binaan di Babel Day, Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

    PT TIMAH Boyong UMKM Mitra Binaan di Babel Day, Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PT TIMAH Boyong UMKM Mitra Binaan di Babel Day, Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas DOORSTOP.ID, JAKARTA — Upaya memperluas pasar dan memperkenalkan produk UMKM dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus digalakkan PT TIMAH (Persero) Tbk. Salah satunya dengan memboyong mitra binaan dalam Babel Day, yang digelar pada 12 hingga 16 Agustus 2026, di atrium utama […]

  • Kelebihan dan Kekurangan iPhone 15 Pro yang Perlu Kamu Tahu

    Kelebihan dan Kekurangan iPhone 15 Pro yang Perlu Kamu Tahu

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2024
    • account_circle
    • visibility 132
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hadir dengan desain elegan dan berbagai fitur canggih, salah satu ponsel pintar besutan Apple, yakni iPhone 15 Pro kini menjadi sorotan. Bagi anda yang ingin membeli ponsel pintar ini, sangat penting memahami kelebihan maupun kekurangannya. Kelebihan Desain Menawan Ponsel pintar besutan Apple ini tampil memukau dengan desain elegan dan layar Super Retina XDR […]

  • Mulai 1 Februari 2025, Pendistribusian LPG 3 Kg Diperketat

    Mulai 1 Februari 2025, Pendistribusian LPG 3 Kg Diperketat

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Terhitung mulai 1 Februari 2025, PT Pertamina Patra Niaga resmi mengeluarkan aturan atau kebijakan baru tentang Penyesuaian Ketentuan Pendistribusian LPG 3 Kg di Sub Penyalur. DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Pertamina Patra Niaga resmi menerapkan aturan baru terkait distribusi LPG 3 kilogram mulai 1 Februari 2025, hari ini. Dalam kebijakan ini, pangkalan hanya diperbolehkan menyalurkan LPG […]

  • Menyoal Dugaan Pelecehan Honorer di DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza: Lapor ke Polisi

    Menyoal Dugaan Pelecehan Honorer di DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza: Lapor ke Polisi

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza angkat bicara terkait dugaan pelecehan terhadap salah satu honorer. DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza angkat bicara terkait dugaan pelecehan, yang dialami salah satu honorer di DPRD Kota Pangkalpinang. Hertza menegaskan, persoalan tersebut seharusnya dilaporkan ke pihak kepolisian dan segera diselesaikan tanpa banyak basa basi. “Siapa […]

  • Dugaan Malpraktik di Desa Piasa Ulu: Sapma IPK Asahan Minta Pj Bupati Evaluasi Dinas Kesehatan

    Dugaan Malpraktik di Desa Piasa Ulu: Sapma IPK Asahan Minta Pj Bupati Evaluasi Dinas Kesehatan

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (ASAHAN) — Sejumlah media melaporkan dugaan malpraktik dan ketidakberesan izin praktik bersalin yang dilakukan oleh bidan di Desa Piasa Ulu, yang memicu reaksi keras dari masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Hari Sapna, tampak bungkam ketika dihubungi oleh awak media untuk memberikan tanggapan terkait isu yang tengah mencuat tersebut, pada Senin (14/10/2024). Ketua Sapma […]

expand_less