Breaking News
light_mode
Beranda » BANGKA BELITUNG » Tembus Pasar Jawa Barat, Olahan Nanas Tua Tunu Bakal Di-Scale Up Pemkot Pangkalpinang dan Lapas

Tembus Pasar Jawa Barat, Olahan Nanas Tua Tunu Bakal Di-Scale Up Pemkot Pangkalpinang dan Lapas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

Tembus Pasar Jawa Barat, Olahan Nanas Tua Tunu Bakal Di-Scale Up Pemkot Pangkalpinang dan Lapas

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang resmi menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang untuk mendongkrak ekonomi warga di Kelurahan Tua Tunu melalui sektor UMKM dan ketahanan pangan.

Rencana strategis ini dibahas Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), saat menerima kunjungan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang di Rumah Dinas Residen Wali Kota pada Jumat pagi (29/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prof Udin didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Asisten Pemerintahan dan Kesra Agustu Efendi, Camat Gerunggang Richard Syam, dan Lurah Tua Tunu Iwan Bernadi.

Kepada wartawan, Prof Udin menjelaskan bahwa kolaborasi ini berfokus pada dua program utama yang langsung menyentuh masyarakat. Program pertama menyasar sektor UMKM, khususnya optimalisasi potensi nanas lokal yang melimpah di Tua Tunu.

“Kita pertemuan dengan Kalapas, Pak Kalapas ini sudah punya program untuk pemberdayaan masyarakat yang bekerjasama dengan lapas tua tunu, paling tidak kita tadi membicarakan dua program,” ujar Prof Udin.

Ia mengungkapkan, Pemkot Pangkalpinang saat ini tengah membangun rumah produksi pengolahan nanas di Tua Tunu. Di sisi lain, pihak Lapas ternyata sudah selangkah lebih maju dengan melatih para warga binaan hingga mampu menghasilkan produk olahan nanas yang diminati pasar luar daerah.

“Pertama untuk UMKM yang terkait dengan pengolahan nanas di Tua tunu, pemerintah kota membangun rumah produksi untuk pengolahan nanas. Nah kebetulan dari lapas ini ternyata mereka sudah melakukan pelatihan, kemudian sudah memproduksi dan sampelnya sudah dikirim ke Jawa Barat, ternyata offtaker yang di Jawa Barat ini sangat tertarik dengan hasil olahan dari lapas ini,” jelasnya.

Melihat potensi besar tersebut, Prof Udin ingin memperluas jangkauan program ini agar masyarakat lokal ikut merasakan dampaknya.

“Nah ini mau di scale-up untuk diberikan juga kepada masyarakat di tua tunu untuk memproduksi dodol nanas, kemudian mochi nanas dan macam-macam yang bahan bakunya nanas karena tua tunu adalah sentra penghasil nanas, dengan kolaborasi ini tentu kita harapkan produk-produk yang ada di Tua tunu itu bisa menembus pasar nasional,” tambahnya.

Selain UMKM, fokus kedua dalam kerja sama ini adalah memperkuat ketahanan pangan kota melalui pemanfaatan lahan-lahan kosong di sekitar permukiman warga. Lapas akan membawa formula sukses penanaman buah-buahan yang sudah teruji di berbagai tempat untuk diterapkan di Tua Tunu.

“Kemudian yang kedua untuk ketahanan pangan. Karena di kota ini perlu untuk ketahanan pangan kita. Nah dari pihak lapas juga sudah melakukan satu program untuk penanaman beberapa tanaman seperti semangka, melon dan sebagainya dan itu akan disiapkan di tua tunu,” tutur Prof Udin.

“Jadi lahan-lahan akan kita coba nanti menanam itu, dan program ini sudah diuji coba oleh pihak lapas di banyak tempat sehingga kita akan implementasikan, kita praktekkan di tua tunu,” imbuhnya.

Ketika ditanya mengenai luas lahan yang disiapkan, Prof Udin menyebutkan bahwa untuk tahap awal mereka tidak langsung menggunakan lahan berskala besar, melainkan memanfaatkan pekarangan rumah warga sebagai percontohan.

“Ya untuk awal ini nggak begitu luas, lahan-lahan yang ada di sekitar rumah warga, jadi nanti Kelurahan tua tunu ini akan menjadi pemicu, sebagai contoh bagi warga ketika dia punya lahan kosong di rumahnya bisa tanam melon, atau lainnya,” terangnya.

Menariknya, program ketahanan pangan ini akan berjalan mandiri dan minim biaya karena Lapas juga menyuplai pupuk kompos hasil produksi mereka sendiri kepada warga, sekaligus memberikan pelatihan pembuatannya.

“Nah kemudian lapas ini kan sudah memproduksi kompos, kompos inilah juga akan diberikan kepada masyarakat, nanti juga akan diajarkan kepada kelompok-kelompok masyarakat supaya bisa membuat kompos sendiri sehingga begitu mereka menanam itu lahannya sudah punya, bibitnya sudah ada, kompos pupuknya juga sudah ada sehingga mereka bisa lebih efektif, efisien dan dengan biaya yang kecil mereka bisa menghasilkan,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baksos Polri Presisi: Polda Babel bersama Mahasiswa, Aliansi BEM dan OKP Salurkan 1200 Paket Sembako

    Baksos Polri Presisi: Polda Babel bersama Mahasiswa, Aliansi BEM dan OKP Salurkan 1200 Paket Sembako

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Baksos Polri Presisi: Polda Babel bersama Mahasiswa, Aliansi BEM dan OKP Salurkan 1200 Paket Sembako DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan Bakti Sosial Polri Presisi, di Gedung Tribrata Polda Babel, Kamis (27/2/2025). Acara yang digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H itu, diketahui turut melibatkan mahasiswa, Aliansi BEM, serta […]

  • PT TIMAH Dukung Kelapa Expo Vol. 2, Dorong UMKM, Kearifan Lokal, dan Kreativitas Pemuda Bangka Barat

    PT TIMAH Dukung Kelapa Expo Vol. 2, Dorong UMKM, Kearifan Lokal, dan Kreativitas Pemuda Bangka Barat

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PT TIMAH Dukung Kelapa Expo Vol. 2, Dorong UMKM, Kearifan Lokal, dan Kreativitas Pemuda Bangka Barat DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pengembangan masyarakat terus dilakukan dengan berpartisipasi terhadap berbagai kegiatan yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan Kelapa Expo Vol. 2 Tahun 2026, yang […]

  • Pasca Laka Tambang oleh Mitra Usaha, PT Timah Tbk Dampingi Proses Evakuasi hingga Beri Dukungan Moril Keluarga Korban

    Pasca Laka Tambang oleh Mitra Usaha, PT Timah Tbk Dampingi Proses Evakuasi hingga Beri Dukungan Moril Keluarga Korban

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pasca Laka Tambang oleh Mitra Usaha, PT Timah Tbk Dampingi Proses Evakuasi hingga Beri Dukungan Moril Keluarga Korban DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Peristiwa kecelakaan tambang yang terjadi pada mitra usaha PT Timah di Lembah Jambu, Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat pada Jumat (22/8/2025), menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar PT Timah Tbk. […]

  • Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

    Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle Vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DOORSTOP.id, Surakarta – Ribuan pelari memadati Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam gelaran Solo Run Fest (SRF) 2026, Minggu (27/9/2026). Di tengah antusiasme sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Region 11 Yogyakarta turut hadir memberikan pengalaman perbankan dan beragam promo menarik bagi masyarakat. Solo […]

  • Soal Ijazah SMA/SMK Tertahan, Ketua DPRD Babel Minta Gubernur Serahkan Secara Simbolis dalam Sepekan

    Soal Ijazah SMA/SMK Tertahan, Ketua DPRD Babel Minta Gubernur Serahkan Secara Simbolis dalam Sepekan

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Soal Ijazah SMA/SMK Tertahan, Ketua DPRD Babel Minta Gubernur Serahkan Secara Simbolis dalam Sepekan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, menyoroti serius persoalan 3.568 ijazah siswa SMA/SMK yang hingga kini masih tersimpan di sekolah. Ia menilai penanganan masalah tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti. Pernyataan itu disampaikan Didit usai rapat […]

  • Sistem Kung (Kong) atau Dagtaak: Jejak Panjang Model Upah di Bangka

    Sistem Kung (Kong) atau Dagtaak: Jejak Panjang Model Upah di Bangka

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sistem Kung (Kong) atau Dagtaak: Jejak Panjang Model Upah di Bangka Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia Pulau Bangka memiliki sejarah panjang dalam industri pertimahan. Salah satu warisan sistem kerja yang masih dikenal hingga kini adalah sistem kung atau kong, yang dalam istilah Belanda disebut Dagtaak. Sistem ini diperkenalkan […]

expand_less