Women in TINS, Ruang Pemberdayaan Perempuan dan Komitmen PT Timah akan Kesetaraan Gender
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 23 Des 2024
- visibility 96
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender melalui berbagai kebijakan, fasilitas, dan program inovatif.
Salah satu wujud nyata keberpihakan ini adalah komunitas Women in TINS, sebagai ruang pemberdayaan dan pengembangan diri bagi para karyawati yang aktif berkontribusi di sektor tambang.
Meski sektor pertambangan kerap dianggap maskulin, para karyawati PT Timah membuktikan bahwa mereka mampu tangguh dan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Perusahaan ini memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari kebijakan cuti melahirkan, ruang laktasi, hingga pelatihan pengembangan kompetensi.
Sistya Windasari, CEO & Founder Fitsquad Indonesia, dalam acara Women in TINS beberapa waktu lalu di Graha Timah, menyoroti pentingnya keseimbangan peran perempuan di dunia tambang.
“Ketika perempuan diberikan tanggung jawab besar, sering kali muncul sisi maskulin mereka. Namun, melalui komunitas seperti Women in TINS, perempuan bisa menjaga keseimbangan antara sisi maskulin dan feminin, sehingga hidup mereka lebih harmonis,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa komunitas ini meningkatkan intelektualitas, produktivitas, dan menciptakan dampak positif bagi perusahaan.
“Komunitas ini tidak hanya memberikan ruang untuk saling berbagi, tetapi juga memotivasi perempuan untuk terus berkarya. Perempuan yang berdaya akan membawa dampak besar dalam menciptakan produktivitas dan inovasi di tempat kerja,” tambahnya.
PT Timah memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang, bahkan di lapangan. Indah Arrifiyanti, Asisten Manajer Administrasi Divisi Area Belitung, adalah contoh nyata keberhasilan kebijakan ini.
“Ruang laktasi sangat membantu saya menjalankan peran sebagai ibu dan profesional. Perubahan dari rutinitas kantor ke lapangan membawa tantangan baru, tapi ini membuat saya merasa diberdayakan dan dihargai setara dengan rekan laki-laki,” ungkap Indah, ibu dari empat anak.
Ia menambahkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan kerja sangat berperan penting.
“Alhamdulillah, suami dan anak-anak mendukung penuh. Lingkungan kerja di PT Timah juga suportif, baik dari rekan kerja maupun pimpinan,” jelasnya.
Di sisi lain, Christina Ida Romauli, Departemen Head Lingkungan Hidup, Rehabilitasi, dan Pascatambang, menyoroti kontribusi inovatif perempuan di sektor tambang.
“Sebagai perempuan, kami bisa memberikan solusi segar untuk perusahaan. Gender bukan batasan, melainkan peluang untuk menunjukkan keahlian,” tegasnya.
Ia berbagi pengalaman saat melihat lahan pascatambang yang gersang kembali hijau.
“Ini bukti nyata bahwa perempuan bisa memberikan dampak besar tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Berbagai kebijakan, seperti cuti melahirkan, cuti haid, hingga fasilitas persalinan, menjadi bukti bahwa PT Timah menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Program seperti Women in TINS pun menjadi platform penting untuk pelatihan keterampilan dan inovasi.
“Perempuan harus terus meningkatkan keterampilan dan menunjukkan bahwa mereka bisa berkontribusi setara, bahkan lebih, dibandingkan laki-laki,” kata Christina.
Dengan langkah-langkah progresif ini, PT Timah tidak hanya memperkuat posisi perempuan di dunia tambang, tetapi juga menjadi teladan bagi perusahaan lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan progresif.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa keberadaan perempuan di sektor tambang adalah kekuatan nyata yang membawa dampak positif, baik untuk perusahaan maupun masyarakat.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


