98,86 Persen Warga Babel Sudah Terlindungi JKN, BPJS Dorong Kolaborasi
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 25 Sep 2025
- visibility 194
- comment 0 komentar

98,86 Persen Warga Babel Sudah Terlindungi JKN, BPJS Dorong Kolaborasi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sebanyak 98,86 persen penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau sekitar 1,53 juta jiwa telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Capaian ini menempatkan Babel hampir mencapai target Universal Health Coverage (UHC).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, mengapresiasi capaian tersebut. Namun ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan agar keaktifan peserta tetap terjaga di atas ambang batas nasional.
“Kita patut bersyukur, hampir semua masyarakat Babel sudah terlindungi JKN. Namun pekerjaan kita tidak berhenti di sini. Tantangan terbesar adalah menjaga keaktifan peserta, terutama di segmen mandiri yang rawan menunggak iuran,” ujar wanita yang akrab disapa Mita itu, dalam Rapat Koordinasi Pemda di Soll Marina Hotel, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, selain masalah tunggakan, penyesuaian data kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) juga memicu penonaktifan sejumlah peserta. Di sisi lain, peningkatan jumlah pekerja nonaktif akibat PHK menjadi tantangan baru dalam menjaga keberlanjutan UHC.
Untuk mengantisipasi hal itu, BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi pembiayaan melalui program SRIKANDI yang melibatkan kolaborasi Pemda dengan perusahaan, CSR, maupun BUMDes.
“Program SRIKANDI memungkinkan iuran ditanggung bersama antara Pemda dan pihak ketiga. Skema ini bisa menjaga kepesertaan masyarakat tanpa harus membebani APBD,” jelas Mita.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan program donasi yang memberi kesempatan kepada masyarakat, perusahaan, maupun lembaga untuk membantu iuran warga kurang mampu.
Mita menegaskan, dukungan Pemda sangat krusial, baik dalam regulasi, validasi data bersama Dukcapil dan Dinas Sosial, maupun kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Dengan begitu, keberlanjutan JKN di Babel terjaga dan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh,” pungkasnya.
- Penulis: admin


