Pemkot Pangkalpinang Dorong PMI Gandeng CSR Perusahaan untuk Perkuat Agenda Kemanusiaan
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 27 Sep 2025
- visibility 85
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Dorong PMI Gandeng CSR Perusahaan untuk Perkuat Agenda Kemanusiaan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat setiap agenda kemanusiaan, termasuk kegiatan donor darah.
Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, dalam sambutannya saat menghadiri acara pemberian penghargaan kepada pendonor darah sukarela serta instansi/mitra aktif, di halaman Kantor PMI Kota Pangkalpinang, Sabtu (27/9/2025).
“PMI kita harapkan bisa bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki program CSR untuk mendukung setiap agenda kegiatan. CSR itu kan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan kolaborasi ini, ketersediaan darah akan semakin terjamin dan masyarakat yang membutuhkan bisa lebih cepat terbantu,” ujar Subekti.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pangkalpinang juga menerima penghargaan sebagai mitra teraktif dari PMI. Subekti menilai apresiasi ini bukan hanya penghargaan bagi pemerintah, tetapi juga bentuk komitmen dalam memastikan kebutuhan darah di masyarakat terpenuhi.
Selain itu, PMI Kota Pangkalpinang turut memberikan penghargaan kepada 60 pendonor darah sukarela yang sudah mendonorkan darahnya minimal 25 kali, serta 110 instansi/mitra penyelenggara donor darah.
Sekretaris PMI Kota Pangkalpinang, Wahyono, menjelaskan penghargaan tersebut diberikan dalam berbagai kategori, mulai dari mitra dengan jumlah donor terbanyak, kolaborasi terbaik, partisipasi terluas, mitra teraktif, konsisten minimal dua kali setahun, hingga mitra peduli kemanusiaan.
“PMI adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bertugas meringankan beban masyarakat. Salah satunya adalah penyediaan darah, karena darah merupakan komponen penting untuk menyembuhkan penyakit,” jelas Wahyono.
“Darah itu obat, misalnya bagi penderita HB rendah atau kekurangan trombosit, yang hanya bisa diatasi melalui transfusi darah,” tambahnya.
Menurutnya, PMI Kota Pangkalpinang pada 2025 ini terus berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan darah bagi pasien. “Darah yang diberikan tidak sembarangan, harus aman dan berkualitas bagi penerima. Itu yang utama,” tegasnya.
- Penulis: admin


