Bawaslu Babel Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Saka Adhyasta Pemilu
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 15 Okt 2025
- visibility 69
- comment 0 komentar

Bawaslu Babel Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Saka Adhyasta Pemilu
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu, melalui pengembangan Saka Adhyasta Pemilu.
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, menerangkan bahwa Saka Adhyasta Pemilu, merupakan sebuah wadah pembinaan bagi generasi muda Pramuka, untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif.
Osykar melanjutkan, pengembangan Saka Adhyasta Pemilu, merupakan bagian dari komitmen nasional Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas di seluruh Indonesia.
“Ini, merupakan tindak lanjut dari kegiatan konsultasi dan koordinasi Bawaslu Babel ke Bawaslu RI, beberapa waktu lalu, terkait pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P),” ungkap Osykar, dalam keterangan resmi yang diterima DOORSTOP ID, Rabu (15/01/2025) siang.
Lebih lanjut, Osykar menegaskan bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan strategi jangka panjang untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, Saka Adhyasta adalah investasi demokrasi.
“Kami ingin menanamkan nilai integritas, kejujuran dan tanggung jawab dalam pengawasan sejak dini agar anak muda menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pemilu di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Babel, Sahirin, menjelaskan bahwa program ini akan dikembangkan secara kolaboratif bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka dan lembaga pendidikan.
“Melalui pendekatan pendidikan dan kegiatan kepramukaan, kami ingin mencetak kader muda pengawas pemilu yang kritis, beretika dan peduli terhadap proses demokrasi,” ungkap Sahirin.
Sahirin mengatakan, pengembangan program yang dilakukan Bawaslu Babel tersebut, sejalan dengan semangat Bawaslu RI untuk memperluas gerakan masyarakat dalam menjaga integritas Pemilu di seluruh Indonesia.
“Semoga langkah yang dilakukan Bawaslu Babel ini, bisa menjadi contoh implementasi pengawasan partisipatif di tingkat nasional,” tukasnya.
- Penulis: admin


