BI Babel dan Pemkot Pangkalpinang Panen Hidroganik Padi-Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 163
- comment 0 komentar

Drs. Juhaini (kiri) saat panen Hidroganik Padi-Lele di KWT Sinar Bulan, Selasa (28/10/2025). Foto: Arief.
BI Babel dan Pemkot Pangkalpinang Panen Hidroganik Padi-Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang, menggelar kegiatan Panen Bersama Hidroganik Padi-Lele di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Bulan, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Selasa pagi (28/10/2025).
Acara ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Babel Rommy Sariu Tamawiwy, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang Drs. Juhaini, Camat Bukit Intan Amir Laode, Lurah Sinar Bulan Arifianto, serta unsur TNI-Polri dan anggota KWT Sinar Bulan.
Drs. Juhaini yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang, menyampaikan apresiasi besar kepada BI Babel yang telah memfasilitasi kegiatan panen bersama ini.
“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah berkenan memfasilitasi kegiatan ini. Padi-lele hidroganik ini mulai dibudidayakan sejak 5 Juli 2025 dengan luasan 2 x 16 meter, menanam 376 rumpun padi varietas Inpari 46 pada delapan pipa paralon. Setiap pipa paralon menampung 47 rumpun, dan juga dibudidayakan 5.000 ekor ikan lele,” jelasnya.
Lebih lanjut, Juhaini mengungkapkan bahwa panen kali ini menghasilkan sekitar 297 kilogram ikan lele dengan nilai ekonomi mencapai Rp7.425.000 berdasarkan harga pasaran Rp25.000 per kilogram.
“Hasil ini menjadi tambahan penghasilan baru bagi 16 orang anggota KWT Sinar Bulan. Ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti nyata bahwa masyarakat kita, khususnya kaum perempuan, memiliki potensi besar dalam mengembangkan inovasi pertanian perkotaan yang ramah lingkungan, efisien, dan produktif,” tuturnya.
Juhaini menjelaskan, hidroganik merupakan gabungan antara sistem hidroponik dan organik yang menjadi solusi cerdas menghadapi keterbatasan lahan di perkotaan.
“Air dari kolam lele menyuburkan tanaman padi, sementara tanaman padi membantu penyaringan air untuk ikan. Ini bentuk nyata pertanian berkelanjutan yang cerdas, hemat, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mewujudkan ketahanan pangan perkotaan, peningkatan ekonomi keluarga, dan pemberdayaan perempuan melalui kegiatan produktif.
“Kami berharap keberhasilan KWT Sinar Bulan ini menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di seluruh Kota Pangkalpinang. Semangat kemandirian dan kreativitas harus terus dikembangkan agar lingkungan kita semakin hijau, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Babel Rommy Sariu Tamawiwy, menuturkan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan sistem pertanian hidroganik sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di daerah.
“Kami mendukung penuh upaya masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pertanian modern yang ramah lingkungan seperti ini. Sistem hidroganik padi-lele ini menjadi salah satu model yang efisien dan berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat, terutama kelompok wanita tani,” ujar Rommy.
Rommy menegaskan, BI Babel memandang sinergi lintas sektor sebagai kunci dalam menciptakan ketahanan ekonomi daerah.
“Kami tidak hanya bicara soal panen, tetapi juga keberlanjutan. Ketika kelompok masyarakat seperti KWT Sinar Bulan mandiri secara ekonomi, maka ketahanan pangan sekaligus kestabilan harga daerah akan ikut terjaga,” tegas Rommy.
“Kami harap kolaborasi antara BI Babel, Pemkot Pangkalpinang, dan masyarakat ini, menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga di tingkat lokal,” tndasnya.
- Penulis: admin


