Momen Sumpah Pemuda, Udin Tekankan Pentingnya Soft Skills Bagi Gen Z
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar

Momen Sumpah Pemuda, Wali Kota Udin Tekankan Pentingnya Soft Skills Bagi Gen Z
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Udin), mengajak generasi muda khususnya gen Z, untuk memperkuat keterampilan dan karakter diri di tengah cepatnya arus perubahan zaman.
Udin menyoroti pentingnya keterampilan lunak (soft skills) sebagai bekal utama bagi gen Z, untuk bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Pemerintah Kota Pangkalpinang, kata dia, terus berupaya menyiapkan berbagai program yang mendorong anak muda menjadi entrepreneur atau pengusaha muda yang mandiri.
“Kita akan terus mendorong anak-anak muda untuk berusaha, menjadi entrepreneur, dan mengembangkan potensi diri. Selain kemampuan teknis, soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim sangat penting agar mereka mudah mendapatkan pekerjaan dan sukses di masa depan,” ungkapnya kepada media, setelah upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa pagi (28/10/2025).
Selain itu, Udin juga menekankan, makna Sumpah Pemuda tidak hanya sebatas mengenang perjuangan pemuda 1928, tetapi mengingatkan agar generasi sekarang mampu menjaga persatuan dan terus berkembang di era modern.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk mengenang keberanian pemuda di tahun 1928 yang mempersatukan bangsa melalui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa,” ujar Udin.
Ia menuturkan, keberanian pemuda masa lalu dalam menyatukan Indonesia melalui bahasa adalah langkah besar yang harus terus dihargai dan dijaga.
“Bayangkan jika saat itu kita tidak memiliki satu bahasa pemersatu, tentu komunikasi antarwilayah akan sulit. Orang Jawa berbicara dengan bahasa Jawa, orang Sumatera dengan bahasa Sumatera, dan orang Kalimantan dengan bahasa Kalimantan. Karena itu, keputusan pemuda kala itu sangat visioner,” lanjutnya.
Lebih jauh, Udin menilai perjuangan pemuda masa kini bukan lagi melalui senjata, melainkan melalui kompetensi, inovasi, dan ketangguhan menghadapi tantangan globalisasi.
“Hari ini, perjuangan kita bukan lagi di medan perang, tapi melalui kerja keras, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan yang begitu cepat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, di tengah derasnya arus teknologi informasi, generasi muda harus tetap memiliki etika, moral, dan budaya yang kuat agar tidak kehilangan jati diri bangsa.
“Anak muda sekarang harus bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, tapi jangan sampai meninggalkan etika dan budaya kita yang baik, terutama budaya Bangka Belitung yang penuh sopan santun,” pesannya.
- Penulis: admin


