Ekspor Timah Melejit 200%, Neraca Dagang Bangka Belitung Cetak Surplus Jumbo di Awal 2026
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 2 Mar 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar

Ekspor Timah Melejit 200%, Neraca Dagang Bangka Belitung Cetak Surplus Jumbo di Awal 2026
DOORSTOP.ID, PANGKAL PINANG — Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung mengawali tahun 2026 dengan catatan impresif. Meski pasar domestik mengalami deflasi akibat penurunan harga pangan, kinerja ekspor luar negeri justru meroket tajam, dipicu oleh dominasi komoditas timah yang tak tergoyahkan.
Pangan Melimpah, Harga Melandai
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,64% secara bulanan (month-to-month) pada Februari 2026. Angka ini berbalik arah dari kondisi Januari yang sempat mengalami inflasi 0,28%.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengungkapkan bahwa melandainya harga sayur-mayur dan ikan menjadi faktor utama.
“Penurunan harga bayam, sawi hijau, dan ikan kerisi memberikan andil terbesar terhadap deflasi bulan ini,” jelas Sugeng dalam rilis resminya, Senin (2/3/2026).
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Babel terkendali di angka 3,31%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Menariknya, Kabupaten Bangka Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,78% yang didorong oleh kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan.
Petani Kian Sejahtera, Ekspor Timah “Gila-gilaan”
Kabar baik juga datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) naik 1,17% ke level 154,36. Kenaikan ini menunjukkan daya beli petani di Negeri Serumpun Sebalai semakin kuat karena indeks harga yang mereka terima naik, sementara biaya hidup dan produksi justru turun.
Di panggung perdagangan internasional, performa Babel jauh lebih gila. Nilai ekspor Januari 2026 melesat 109% mencapai USD 157,93 juta. Timah masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi 83,46% dari total ekspor.
Tak tanggung-tanggung, ekspor logam ini tumbuh raksasa sebesar 203,03% secara tahunan dengan tujuan utama Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura. Hasilnya, neraca perdagangan Babel surplus besar hingga USD 157,82 juta.
Geliat Wisata di Tengah Lesunya Transportasi
Sektor pariwisata menunjukkan sinyal positif meski dibayangi penurunan mobilitas transportasi pasca-libur akhir tahun. Jumlah wisatawan nusantara naik 7,79% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 386 ribu perjalanan.
Okupansi hotel di Pangkalpinang memimpin dengan angka 31,82%. Tren menarik terlihat pada lama menginap wisatawan mancanegara yang mencapai rata-rata 3,19 malam, jauh melampaui turis domestik.
Meski aktivitas penumpang di bandara dan pelabuhan menyusut tipis secara bulanan, dengan. pola musiman yang lumrah di awal tahun, ekonomi Bangka Belitung diprediksi tetap stabil. Kombinasi surplus perdagangan yang tebal dan penguatan daya beli petani menjadi modal kuat bagi Babel untuk berlari kencang di sisa tahun 2026.
- Penulis: admin


