Breaking News
light_mode
Beranda » BANGKA BELITUNG » Workshop Cegah Bullying Diikuti 150 Guru se-Bangka Tengah, Peneliti Rokayah Sampaikan Konsep Pembelajaran Kepemimpinan Anak

Workshop Cegah Bullying Diikuti 150 Guru se-Bangka Tengah, Peneliti Rokayah Sampaikan Konsep Pembelajaran Kepemimpinan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Kerugian Akibat Perundungan Tak Hanya Dialami Korban dan Pelaku

DOORSTOP.ID, KOBA – Masih banyak kasus bullying atau perundungan yang dialami siswa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kerugian akibat perundungan tidak hanya dialami korban dan pelaku, sekolah juga mengalami kerugian karena dianggap belum bisa mengatasi perundungan. Hingga kini masih banyak guru yang butuh pemahaman bagaimana cara mencegah dan menangani korban dan pelaku.

Hal ini disampaikan peneliti, praktisi pendidikan Babel yang juga mahasiswa doktoral pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rokayah, saat menjadi narasumber dalam “Workshop Cegah Bullying” yang dilaksanakan Yayasan Khoiru Ummah Bangka Belitung di Gedung BKPSDM Kabupaten Bangka Tengah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang diikuti 150 guru PAUD/TK,SD dan SMP se-Bangka Tengah secara resmi dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Indrawadi.

Rokayah mengingatkan pentingnya membangun sekolah aman melalui pembelajaran yang menguatkan jiwa kepemimpinan anak.

Diawali dengan memahami filosofi Pendidik dan pengajar, peran porsi guru di dalam membentuk kpribadian dan prilaku seorang pendidik.

”Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bullying di lingkungan pendidikan semakin meningkat, baik pada tingkat SD, SMP, maupun SMA.

Bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal, sosial, bahkan melalui media digital (cyberbullying),” beber Rokayah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga tantangan sosial dan emosional siswa.

Banyak peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif baik, namun belum memiliki kemampuan empati, pengendalian emosi, dan keterampilan sosial yang memadai.

Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di Indonesia masih berada pada level kemampuan 1–3, sedangkan banyak siswa di negara maju sudah mencapai level 4–6.

Temuan umum PISA, kata Rokayah, Banyak siswa Indonesia berhenti pada memahami dan menghafal (level 1–3). Sedangkan siswa negara maju sudah dominan pada analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah (level 4–6).

“Sering kali kita mengira bahwa perundungan hanyalah candaan, ejekan, atau sekadar kenakalan anak. Namun kenyataannya, bagi sebagian anak, bullying bisa meninggalkan luka yang nyata-bukan hanya luka di tubuh, tetapi juga luka di hati yang kadang mereka bawa hingga bertahun-tahun. Bahkan mengakibatkan ada yang meningggal dunia baik korban yang merasa depresi atau akibat kekeran fisik atau aksi balas dendam korba kepada pelaku,” ujarnya.

Tingginya angka kasus Realitas bullying di Indonesia. tercatat 2500 aduan kasus kekerasan terhadap anak tahun 2025, dan tercatat 37.5% terjadi dilingkungan Pendidikan, serta 8 / 10 anak di Indonesia mengalami bullying.

Tahun 2024 menunjukkan peningkatan drastis lebih dari dua kali lipat dibanding 2023. Sekitar 31% dari kekerasan di sekolah berkaitan langsung dengan bullying. Dan tahun 2025 di Bangka Belitung 50 terjadi kasus bullying yang di laporkan di kepolisian.

Mengapa Terjadi?

Menurut Rokayah, ada beberapa alasan pelaku bullying melakukan tindakan tersebut antara lain:

Pertama, merasa lebih kuat atau berkuasa. Pembully sering merasa lebih hebat, lebih kuat, atau lebih berkuasa dibandingkan korban. Hal ini membuat mereka merasa dihormati atau ditakuti oleh teman-temannya.

Kedua, merasa senang atau terhibur. Sebagian pelaku merasa terhibur ketika melihat korban sedih, takut, atau menangis, apalagi jika teman-temannya ikut tertawa.

Ketiga, ingin mendapat perhatian. Ada anak yang melakukan bullying karena ingin menjadi pusat perhatian atau ingin dianggap keren oleh kelompoknya.

Keempat, melampiaskan emosi. Kadang pembully sebenarnya sedang marah, kecewa, atau memiliki masalah pribadi, lalu melampiaskannya kepada orang lain yang dianggap lebih lemah.

Kelima, tidak menyadari dampaknya. Sebagian pelaku tidak benar-benar menyadari bahwa tindakannya sangat menyakiti korban.

Siapa Sasaran Bullying?

Dari sisi korban, kata Rokayah, ada enam katagori yang biasanya menjadi korban perundungan.

Pertama, anak yang dianggap lebih lemah. Anak yang pendiam, pemalu, atau tidak berani melawan sering menjadi sasaran karena pelaku merasa mereka mudah ditindas.

Kedua, anak yang berbeda dari teman-temannya. Perbedaan bisa menjadi alasan bullying, misalnya: Perbedaan fisik (tinggi, gemuk, kurus, warna kulit). Perbedaan cara bicara atau logat. Perbedaan kebiasaan atau latar belakang

Ketiga, anak yang memiliki prestasi tinggi. Kadang anak yang pintar atau berprestasi menjadi sasaran karena menimbulkan rasa iri dari teman lain.

Keempat, anak yang kurang percaya diri. Kelima, anak yang baru masuk sekolah. Keenam, anak dengan kondisi ekonomi berbeda dan ketujuh anak yang sulit bersosialisasi.

“Sasaran bullying biasanya adalah anak yang dianggap berbeda, lebih lemah, atau tidak memiliki dukungan sosial yang kuat.

Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan menumbuhkan empati antar siswa,” kata Rokayah.

Selain itu, akibat kurangnya pengawasan dan ingkungan sekolah kurang responsif terhadap konflik antar siswa.

Deep Learning

Rokayah membeberkan konsep deep learning dalam Pendidikan yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi, dan keterlibatan emosional siswa dalam proses belajar.

Deep learning tidak hanya menekankan menghafal informasi, tetapi juga memahami makna, nilai, dan relevansi pembelajaran dalam kehidupan nyata.

“Karakteristik deep learning yakni pembelajaran bermakna, pembelajaran reflektif, keterlibatan emosional siswa, pembelajaran kolaboratif dan pemecahan masalah nyata. Tujuannya mengembangkan pemahaman yang mendalam, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membentuk karakter siswa, menumbuhkan empati dan kesadaran sosial dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah,” kata Rokayah.

Pendekatan ini sangat relevan untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial di sekolah, termasuk bullying.

Deep learning membantu siswa memahami dampak perilaku mereka terhadap orang lain. Melalui proses refleksi, diskusi, dan pengalaman belajar yang bermakna, siswa dapat memahami perasaan korban bullying, belajar mengendalikan emosi, mengembangkan empati dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Dalam sesi dialog, terungkap banyak peserta belum memiliki pemahaman yang utuh terkait bullying dan terlebih bagaimana cara mencegah dan menangani korban.

Karenanya peserta meminta kegiatan semacam ini dilakukan dengan durasi waktu yang lebih panjang dan rutin.

Kegiatan ini didukung Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, PT Timah Tbk, BPRS Bangka Belitung dan pihak terkait lainnya. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Todong Pisau Usai Cekcok, Pria Asal Pangkalpinang Diciduk Polisi

    Todong Pisau Usai Cekcok, Pria Asal Pangkalpinang Diciduk Polisi

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Todong Pisau Usai Cekcok, Pria Asal Pangkalpinang Diciduk Polisi DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Seorang pria asal Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, melaporkan tindakan pengancaman yang dialaminya kepada Polresta Pangkalpinang. Pelaku berinisial SM (53), warga Pintu Air, Kecamatan Rangkui, diamankan Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang, hanya beberapa jam setelah kejadian. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/5/2025) lalu, […]

  • Direktur Eksekutif Lemkapi Apresiasi Kinerja Kapolda Babel: Bisa Jadi Contoh

    Direktur Eksekutif Lemkapi Apresiasi Kinerja Kapolda Babel: Bisa Jadi Contoh

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Direktur Eksekutif Lemkapi Apresiasi Kinerja Kapolda Babel: Bisa Jadi Contoh DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kinerja Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo, mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan. Edi menilai, pendekatan humanis dan responsif yang dilakukan jajaran Polda Babel patut dijadikan contoh bagi kepolisian daerah lainnya […]

  • DPRD Babel Kawal MoU Sawit 370 Hektare, PT Sawindo Kencana Tegaskan Patuh pada Kesepakatan

    DPRD Babel Kawal MoU Sawit 370 Hektare, PT Sawindo Kencana Tegaskan Patuh pada Kesepakatan

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    DPRD Babel Kawal MoU Sawit 370 Hektare, PT Sawindo Kencana Tegaskan Patuh pada Kesepakatan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal dan memastikan hak masyarakat Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, terkait implementasi kebun sawit plasma benar-benar terpenuhi sesuai kesepakatan yang pernah dibuat dengan PT Sawindo […]

  • Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Timah Global, PT TIMAH Tbk Raih Penghargaan di APAC Tin Conference 2025

    Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Timah Global, PT TIMAH Tbk Raih Penghargaan di APAC Tin Conference 2025

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Timah Global, PT TIMAH Tbk Raih Penghargaan di APAC Tin Conference 2025 DOORSTOP.ID, CHINA — PT TIMAH Tbk kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu, berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori “Tier 1 Tin Ingot Smelting” yang diberikan oleh Shanghai Metals Market (SMM), […]

  • Sekda Pangkalpinang: Shangkek Timah Pengkal Cerminan Identitas Budaya Bangka

    Sekda Pangkalpinang: Shangkek Timah Pengkal Cerminan Identitas Budaya Bangka

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sekda Pangkalpinang: Shangkek Timah Pengkal Cerminan Identitas Budaya Bangka DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, menegaskan bahwa shangkek timah pengkal merupakan warisan budaya yang berakar dari sejarah panjang perkebunan sahang (lada) dan pertambangan timah di Pulau Bangka, termasuk di Kota Pangkalpinang. Hal itu disampaikan Mie Go dalam sambutannya pada malam ramah […]

  • Samsung Galaxy S24 Ultra Turun Harga, Cek Segera

    Samsung Galaxy S24 Ultra Turun Harga, Cek Segera

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ada kabar gembira bagi anda yang mengidamkan Samsung Galaxy S24 Ultra. Harga HP ini turun bikin makin menggoda. Perbandingan Harga Rilis Januari 2024 lalu, Samsung Galaxy S24 Ultra ini dibanderol dengan harga sebagai berikut; Galaxy S24 Ultra 12/256 GB Rp 21.999.000 Galaxy S24 Ultra 12/512 GB Rp 23.999.000 Galaxy S24 Ultra 12/1TB Rp […]

expand_less