Pangkalpinang Launching Dodol Nanas Tua Tunu, Siap Penuhi Kuota 3 Ton ke Jawa Barat
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 26 Jun 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar

Pangkalpinang Launching Dodol Nanas Tua Tunu, Siap Penuhi Kuota 3 Ton ke Jawa Barat
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang resmi meluncurkan produk dodol nanas khas Tua Tunu, Jumat (26/6/2026). Peluncuran yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum, Kelurahan Tua Tunu ini menandai pengiriman perdana sebesar 0,5 ton dari total kuota permintaan sebanyak 3 ton untuk Provinsi Jawa Barat.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, mengapresiasi gerak cepat Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, pihak Kelurahan Tua Tunu, dan Kecamatan Gerunggang yang sukses menginisiasi program pemberdayaan masyarakat ini.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita melaunching produk olahan nanas di Tua Tunu. Saya ini keduluan Pak Sugeng. Sebetulnya, beliau datang waktu itu sama Pak Camat Gerunggang dan Pak Lurah Tua Tunu ke rumah dinas saya, bilang, ‘Pak Wali, kami sudah bikin produk olahan nanas di Tua Tunu.’ Saya diam saja, keduluan saya sama Pak Sugeng,” ujar Saparudin dalam sambutannya.
Dikatakan Saparudin, Pemkot Pangkalpinang berkomitmen menjadikan Tua Tunu sebagai sentra olahan nanas terpadu. Pihaknya bahkan telah merehabilitasi bangunan bekas Puskesmas Gerunggang untuk dijadikan rumah produksi serta menyiapkan seluruh peralatan modern pada tahun ini demi memenuhi target pasar luar daerah.
“Jadi kita bersyukur adanya kolaborasi antara kami dengan kementerian vertikal ini, kami berterima kasih sekali telah mendukung upaya kita membangun ekonomi masyarakat Kota Pangkalpinang. Kita ingin ekonomi tumbuh dari masyarakat, kemudian kami sebagai pemerintah menjadi fasilitator bagi mereka sehingga mereka akan mandiri secara ekonomi melalui program-program yang kita siapkan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bhwa kawasan Tua Tunu dipilih karena masyarakatnya telah puluhan tahun mandiri di sektor pertanian dan perkebunan, mulai dari komoditas lada, nanas, hingga ubi. Kemandirian ekonomi warga lokal ini terbukti dari kemampuan mereka menguasai pasar hilir secara mandiri.
“Merekalah yang berkebun, merekalah yang panen, merekalah yang jual. Jadi lengkap masyarakat Tua Tunu ini mulai dari hulu sampai ke hilirnya. Jadi mereka ini berjualan bukan hanya di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Wali Kota yang akrab disapa Prof Udin itu menambahkan, bahwa hasil bumi warga Tua Tunu telah menembus pasar luar daerah seperti Mentok, Toboali, Belinyu, hingga Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta.
Sementara itu, terkait pemenuhan total kuota 3 ton ke Jawa Barat tersebut, Prof Udin menyebut pihaknya telah mengamankan kerja sama dengan mitra pembeli (off-taker) di wilayah tujuan yang siap menampung produk skala besar, baik menggunakan label asal maupun label khusus kemitraan.
Saparudin juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Untuk itu, ia berencana melakukan duplikasi dan meningkatkan kapasitas produksi (scale up) melalui peresmian rumah produksi dalam beberapa bulan ke depan.
“Karena nanas ini, kalau tidak kita olah, buat variasinya, kita khawatir nanas ini kan cepat sekali dia rusak. Nah, sehingga harus ada alternatif sehingga dia bisa diolah menjadi produk-produk lain yang tentu juga lebih bernilai,” jelasnya.
Selain peluncuran produk dodol, acara tersebut juga diisi dengan program penanaman cabai, sawi, dan semangka untuk memperkuat ketahanan pangan kota. Pemkot Pangkalpinang saat ini tengah menyiapkan kawasan ketahanan pangan serupa, yabg berkolaborasi dengan Kodim setempat.
“Kita berharap inovasi di Tua Tunu ini menjadi proyek embrio (percontohan) bagi wilayah lain di Pangkalpinang yang sedang dipetakan berdasarkan potensi lokalnya. Saat ini, Pemkot Pangkalpinang telah merancang Kecamatan Girimaya sebagai sentra otak-otak, Bukit Intan sebagai sentra kerupuk, dan Pangkal Balam sebagai sentra olahan ikan,” tukasnya.
- Penulis: admin


