Timedoor Academy Resmi Hadir di Pangkalpinang, Begini Harapan Dindikbud Babel
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 4 Jul 2026
- visibility 106
- comment 0 komentar

Timedoor Academy Resmi Hadir di Pangkalpinang, Begini Harapan Dindikbud Babel
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi kehadiran Timedoor Academy di Kota Pangkalpinang. Kehadiran lembaga pendidikan teknologi ini diharapkan mampu mendorong anak-anak di Bangka Belitung untuk menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna pasif.
Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Saipul Bakhri, saat menghadiri acara peresmian (grand opening) Timedoor Academy Pangkalpinang, Sabtu pagi (4/7/2026).
“Kita dari pemerintah, dinas pendidikan Bangka Belitung, mengapresiasi dengan dibukanya atau grand opening Timedoor Academy Pangkalpinang ini, dalam upaya kita untuk menjelaskan kepada anak-anak kita bagaimana mereka bisa memanfaatkan teknologi digital untuk lebih berinovasi dan berkreasi,” ujar Saipul kepada wartawan.
Menurut Saipul, penguasaan teknologi digital saat ini sudah menjadi sebuah keniscayaan. Jika generasi muda tidak mampu mengakses dan memanfaatkan perkembangan ini dengan baik, maka daerah akan tertinggal. Terlebih lagi, saat ini banyak peran di berbagai sektor yang mulai tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) dan sistem digital.
Meski mendorong anak-anak untuk akrab dengan dunia digital sejak dini, Saipul mengingatkan pentingnya batasan moral. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital di Bangka Belitung harus tetap berbasis pada penguatan pendidikan karakter agar anak-anak tidak kebablasan.
Saipul juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang selama ini cenderung hanya menjadi konsumen teknologi. Melalui Timedoor Academy, ia berharap paradigma tersebut bisa berubah sejak usia dini.
“Jadi selama ini apa yang disampaikan oleh owner nya tadi, bahwa anak-anak Indonesia, ataupun orang-orang Indonesia, lebih cenderung pada memanfaatkan, tapi kita masih kurang dalam menciptakan melalui teknologi digital, apakah itu ide-ide kreatif, maupun ide-ide inovatif,” jelasnya.

Prosesi pemotongan pita grand opening. Foto: (Hery_DoorstopID).
Ia menambahkan, keahlian digital ini nantinya akan sangat berguna bagi kemajuan bangsa, mulai dari sektor industri hingga pengembangan pasar produk-produk lokal.
Saat ditanya mengenai implementasi materi serupa di sekolah-sekolah formal di Bangka Belitung, Saipul menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah mulai mengintegrasikan materi digital ke dalam sistem pembelajaran formal melalui mata pelajaran pilihan.
“Sekarang kan kita sudah masuk ke kurikulum. Salah satu kurikulum mata pelajaran pilihan, KKA ini atau AI. Jadi artinya kita ingin menguatkan kemampuan pengetahuan anak-anak kita dalam pembelajaran berbasis digital,” kata Saipul.
Ia juga menggambarkan, kecepatan perkembangan teknologi digital saat ini terjadi jauh lebih cepat ketimbang perkembangan industri lainnya seperti otomotif. Oleh karena itu, Dindikbud Babel membuka peluang kolaborasi dengan Timedoor Academy Pangkalpinang untuk melatih para tenaga pendidik di sekolah formal. Saipul tidak ingin ada kesenjangan kemampuan antara murid dan guru di era digital ini.
“Jangan sampai anaknya sudah maju beberapa langkah ke depan, sementara gurunya masih berada di tempat, tertinggal. Nah tentu itu tidak kita harapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pola pendidikan digital yang diterapkan di lembaga-lembaga informal seperti ini. Saipul berharap, program-program yang berjalan dapat menciptakan keseimbangan yang utuh antara penguatan ilmu pengetahuan (kognitif) dan pembentukan karakter (afektif) siswa.
“Tentu hal ini sangat mungkin nanti kalau memang kita bisa memantau pola pendidikannya seperti apa. Karena kita ingin ada keseimbangan antara penguatan sisi pengetahuan dan sisi penguatan karakter atau afektifnya,” tukasnya. (Hr)
- Penulis: admin


