Prof Udin Targetkan Destar Point Jadi Pusat Wisata Kuliner Durian di Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 5 Jul 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

Prof Udin Targetkan Destar Point Jadi Pusat Wisata Kuliner Durian di Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Masyarif, menargetkan Destar Point menjadi pusat wisata kuliner durian baru di Kota Pangkalpinang. Hal ini ia sampaikan saat resmi membuka Bazar Cumasi Durian Bangka Belitung 2026 di Destar Point, Minggu malam (5/7/2026).
Pihaknya sengaja memilih Destar Point sebagai lokasi bazar untuk menghidupkan pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut. Pria yang akrab disapa Prof Udin itu memproyeksikan kawasan ini sebagai pusat kuliner tahunan yang wajib ada setiap kali musim durian tiba.
“Kita ingin Destar Point ini adalah daerah atau tempat UMKM Kota Pangkalpinang. Jadi kita tidak hanya mengenal alun-alun Taman Merdeka, Taman Dealova, dan tidak hanya mengenal Taman Wilhelmina saja, tapi kita juga punya Destar Point. Di sini insyaAllah nanti setiap tahun, setiap musim durian kita pastikan bazar Cumasi itu ada di sini. Sehingga Destar Point bisa menjadi salah satu destinasi wisata kuliner durian di Kota Pangkalpinang,” ujar Prof Udin dalam sambutannya.
Diaktakan Saparudin, meski wilayah Kota Pangkalpinang bukan daerah penghasil atau tempat pohon durian tumbuh, dirinya menegaskan bahwa kota ini mengambil peran strategis sebagai pusat pemasaran utama untuk durian-durian dari seluruh wilayah Bangka Belitung. Melalui bazar ini, ia ingin mendongkrak popularitas durian lokal agar mampu bersaing di kancah nasional.
“Saya ingin menyampaikan, kita sebetulnya ingin nama cumasi ini bergema, tidak hanya di Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung saja dan kita harapkan ini menggema secara nasional bhwa di Bangka Belitung ini punya durian yang rasanya luar biasa, yaitu durian cumasi. Durian ini juga telah dibawa ke berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, dan juga Bandung,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa pemerintah provinsi melalui balai bibit telah berhasil membudidayakan durian yang awalnya hanya tumbuh liar di kebun-kebun warga ini. Kini, para petani di seluruh Bangka Belitung sudah menanam dan mulai memanen durian Cumasi dalam beberapa tahun terakhir.
“Seperti kita kenal dengan durian dari negara tetangga kita, sementara kita dengan durian kita sendiri kita tidak kenal. Jadi kita ingin dengan adanya kegiatan bazar Cumasi ini, masyarakat Kota Pangkalpinang tahu Cumasi ini bagaimana duriannya. Kadang-kadang kita cuma dengar, atau hanya lihat di media sosial,” tuturnya.
Bazar durian ini berlangsung hingga 12 Juli 2026, bertepatan dengan masa awal jatuhnya buah durian Cumasi yang baru dimulai pada awal bulan Juli. Saparudin optimis pasokan buah akan tetap aman untuk melayani antusiasme warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
“Kita menyelenggarakan Bazar ini sampai tanggal 12 karena durian Cumasi ini baru mulai jatuh di awal-awal bulan Juli. Jadi teman-teman kita juga dari luar daerah, dari Jakarta atau daerah lain yang datang, masih bisa menikmati durian Cumasi yang ada di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya. (Hr)
- Penulis: admin


