Kolaborasi Semen Merah Putih dan Dulux Tingkatkan Kompetensi Pekerja Konstruksi Indonesia
- account_circle
- calendar_month Jum, 25 Okt 2024
- visibility 76
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pesatnya pembangunan infrastruktur, membuat Semen Merah Putih melalui Mandor Pintar Institute (MPI), membangun kolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW-3) dan produsen cat AkzoNobel (Dulux), meluncurkan program pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi.
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan estetika para pekerja konstruksi guna mewujudkan proyek berkualitas dan berkelanjutan.
Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk, menyebutkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pekerja konstruksi memiliki keterampilan relevan yang sesuai standar.
“Program ini adalah langkah baru, di mana kami fokus pada sertifikasi untuk level teknisi hingga manajerial, seperti Project Manager dan QC Manager. Kolaborasi ini juga menjadi penting karena melibatkan dua pemain material konstruksi besar, yakni Semen Merah Putih dan Dulux,” ujar Ayu, dalam keterangan resminya, yang diterima DOORSTOP ID, Jumat (25/10/2024).
Pelatihan tersebut, lanjut Ayu, sudah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang diyakini dapat mempersiapkan tenaga kerja menghadapi proyek konstruksi modern yang semakin kompleks.
Sementara itu, Samuel E D P Tampubolon, Kepala BJKW-3, menekankan pentingnya tenaga kerja bersertifikasi dalam menjaga kualitas dan keamanan proyek.
“Sertifikasi adalah kunci untuk memastikan proyek konstruksi berjalan aman, berkualitas, dan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global,” kata Samuel.
Di kesempatan yang sama, Yudhy Aryanto, Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), menambahkan bahwa teknikal dan estetika adalah elemen penting dalam menghasilkan bangunan berkualitas tinggi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pekerja konstruksi lebih paham tentang penggunaan material secara efisien, sehingga dapat menghasilkan proyek yang lebih tahan lama dan berkelanjutan,” jelas Yudhy.
Program pelatihan ini, kata Yudhy, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi, menciptakan proyek yang lebih efisien, ramah lingkungan dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
- Penulis:


