Camat Gabek Berharap ”Jumat Gelora” Jadi Kebiasaan Rutin Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 11 Sep 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar

Camat Gabek Berharap ”Jumat Gelora” Jadi Kebiasaan Rutin Masyarakat
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Aparatur Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, kini punya cara baru untuk menjaga kebugaran sekaligus merawat lingkungan. Mereka berkomitmen rutin berjalan kaki selama 30 menit menyusuri jalanan sambil memungut sampah setiap akhir pekan.
Aktivitas ini menjadi bagian dari program inovatif bernama “Jumat Gelora“, sebuah gerakan yang memadukan olahraga dan aksi bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat.
Camat Gabek, Yudi Januar Putra, yang menginisiasi program tersebut menegaskan, program ini bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengikis ketidakpedulian terhadap sampah di sekitar lingkungan kerja dan pemukiman.
”Terima kasih kepada wali kota, wakil wali kota, tim kecamatan gabek dan seluruh peserta senam sehat. Kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan sehingga olahraga menjadi budaya di kecamatan kami ini,” ujar Yudi kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Yudi menilai, jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang tidak memerlukan fasilitas khusus atau biaya mahal. Atas dasar itulah, pihak kecamatan mengawinkan aktivitas fisik tersebut dengan aksi sosial menjaga kebersihan. Melalui rute jalan kaki yang ditentukan, para pegawai memungut setiap sampah yang mereka temui di sepanjang jalan.
“Kami juga berinovasi dlam Jumat Gelora ini diisi degan kegiatan bersih-bersih sampah dan gerakan olahraga gembira. Kami jalan kaki sekitar 30 menit sepanjang jalan,” tmbah Yudi.
Selain mendongkrak kesehatan fisik, Yudi meyakini agenda rutin ini mampu mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpegawai di lingkungan pemerintahan kecamatan.
“Tujuannya untuk menjaga kebugaran fisik pegawai se-Kecamatan Gabek,” tegasnya.
Ke depan, Yudi berharap gerakan ini menular ke masyarakat luas. Ia ingin kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan ini mengakar menjadi gaya hidup, bukan sekadar menggugurkan kewajiban agenda mingguan.
“Harapannya budaya olahraga tidak hanya muncul saat ada kegiatan bersama, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan oleh masyarakat maupun aparatur pemerintahan,” pungkas Yudi.
- Penulis: admin


