PHK Melonjak, Paslon Berdaya akan Perluas Lapangan Kerja di Kepulauan Babel
- account_circle
- calendar_month Sab, 21 Sep 2024
- visibility 101
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) – Jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada periode Januari-Juli 2024 mengalami lonjakan sebesar 3.918% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Terkait hal itu, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani-Hellyana (Berdaya), akan memperluas lapangan pekerjaan di provinsi yang berjulukan Negeri Serumpun Sebalai tersebut, jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Babel periode 2024-2029 pada Kontestasi Pilkada Serentak 27 November 2024 mendatang.
“Data Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat bahwa pada periode Januari-Juni 2024, jumlah pekerja yang terkena PHK di Indonesia mencapai total 32.064 orang. Itu meningkat 21,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya berjumlah 26.400 orang. Daerah penyumbang kasus PHK terbesar, yakni Kepulauan Babel dan Jakarta,” terang Hidayat Arsani, dalam siaran persnya yang diterima DOORSTOP ID, pada Jumat (20/9/2024).
“Angka itu menunjukkan lonjakan drastis. Dari data itu, jelas sekali bahwa Kepulauan Babel sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak, di sini (Kepulauan Babel-red) angka PHK juga melonjak drastis sebesar 3.918%, dari hanya sebanyak 38 orang pada periode Januari-Juni 2023, menjadi 1.527 orang pada periode yang sama tahun ini,” imbuhnya.
“Lebih Lagi tersirat gejala ketidakmampuan warga Kepulauan Babel secara luas dalam mengkonsumsi barang dengan wajar atau setidaknya menunda konsumsinya, deflasi ekonomi di Kepulauan Babel adalah salah satu gejalanya, deflasi ini merupakan indikator melemahnya daya beli masyarakat. Meskipun di sisi konsumen, hal ini tampak menguntungkan karena harga barang yang turun, tapi dampaknya pada ekonomi secara keseluruhan bisa merugikan,” imbuhnya lagi.
Saat Paslon Berdaya melakukan blusukan, kata pria yang kerap disapa Panglima itu, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang kondisi ekonomi Kepulauan Babel yang sedang sulit saat ini. Banyaknya warga Kepulauan Babel terutama kaum muda yang belum berkerja, lanjut Panglima, menjadi perhatian khusus bagi Paslon Berdaya.
“Untuk mewujudkan #BERDAYA dalam bidang ekonomi adalah Mandiri anak mudanya, maksudnya adalah bagaimana pemerintah dapat memfasilitasi peningkatan kemampuan anak muda dalam mencapai kemandirian, pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi Paslon Berdaya adalah salah satu kuncinya,” jelasnya.
Maka dari itu, kata Panglima, Paslon Berdaya berkomitmen untuk memudahkan pelayanan perizinan investasi sesuai hukum yang berlaku, supaya Kepulauan Babel kembali diminati para investor. Hal itu, lanjut Panglima, memerlukan langkah-langkah kongkrit dari sisi perizinan, semisal memudahkan masyarakat umum dalam membuka budidaya tambak udang dan lain sebagainya.
Selain itu, ucap Panglima, harus dilakukan pula langkah peningkatan kemampuan anak muda Kepulauan Babel dari sisi intelektualitas, adab dan etos kerja yang baik, melalui pelatihan-pelatihan kemampuan (skills), persiapan duina kerja serta akses pendidikan yang lebih baik.
Dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang baik, lanjut Panglima, diharapkan dapat mengembalikan daya beli masyarakat dan roda perekonomian Kepulauan Babel kembali menjadi lebih baik.
“Kami (Paslon Berdaya-red) berharap kepada masyarakat kelak apabila terpilih mendukung program – program pemerintah dalam peningkatan kemampuan dan kemandirian anak muda dan kita mudahkan perizinan berusaha tanpa harus melenceng dari hukum yang berlaku,” tukasnya.
- Penulis:


