Pemerintah Kota Pangkalpinang Genjot Industri Kriya Lokal Tembus Pasar Internasional
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

Pemerintah Kota Pangkalpinang Genjot Industri Kriya Lokal Tembus Pasar Internasional
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat sektor ekonomi kreatif dengan menggenjot pengembangan industri kerajinan berbasis budaya dan sumber daya lokal. Sejumlah produk unggulan seperti kerajinan timah, kain cual Bangka, kerang, rotan, bambu, hingga limbah daur ulang kini dipersiapkan agar mampu bersaing ketat di pasar nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menegaskan bahwa pengembangan industri kriya ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus mengukuhkan identitas budaya Bangka Belitung.
“Potensi kerajinan di Pangkalpinang sangat besar. Karena itu kami terus mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan kekayaan budaya daerah,” ujar Yan, pada Kamis (30/7/2026).
Yan menjelaskan, pihaknya fokus memanfaatkan bahan baku lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah. Selain timah yang merupakan ikon Bangka Belitung, pemerintah kota juga memacu pemanfaatan kayu, rotan, bambu, kerang, kain cual Bangka, hingga limbah daur ulang agar menjelma menjadi produk kriya bernilai jual tinggi.
Guna mewujudkan target tersebut, Pemkot Pangkalpinang mengasah kemampuan para perajin lewat serangkaian pelatihan desain, inovasi produk, serta peningkatan standar kualitas. Langkah ini bertujuan melahirkan produk yang bernuansa modern tanpa menanggalkan nilai-nilai tradisi setempat.
“Kami ingin para perajin mampu menghasilkan karya yang berkualitas sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar memoles kualitas produk, pemerintah daerah juga mendampingi para pelaku UMKM melalui program inkubasi bisnis. Fasilitas ini mencakup pengurusan sertifikasi produk, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga kemudahan perizinan usaha demi menjamin legalitas hukum yang kuat bagi para pelaku industri kreatif.
Dari sisi pemasaran, Dinas Pariwisata sudah menyiapkan strategi promosi yang masif. Pemerintah kota akan menggelar festival ekonomi kreatif, melibatkan perajin dalam berbagai pameran, mengoptimalkan marketplace digital, hingga menjalin kerja sama erat dengan sektor pariwisata.
“Melalui langkah tersebut, produk-produk kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi suvenir khas Pangkalpinang yang banyak diburu wisatawan,” kata Yan.
Namun, Yan menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam membangun industri kriya ini. Oleh sebab itu, pihaknya mengedepankan kolaborasi model hexahelix yang merangkul pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.
“Kolaborasi menjadi kunci agar ekosistem ekonomi kreatif di Pangkalpinang tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Program strategis ini berjalan selaras dengan arah pengembangan ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang, yang menempatkan subsektor kriya sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui program terintegrasi ini, Pemkot Pangkalpinang membidik kenaikan pendapatan para perajin lokal, penciptaan lapangan kerja baru, serta perluasan variasi produk kerajinan yang membawa identitas budaya Bangka Belitung.
“Selain memperkuat perekonomian masyarakat, pengembangan industri kriya diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata belanja dan memperkokoh citra Pangkalpinang sebagai kota kreatif yang mampu mengangkat potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Yan.
- Penulis: admin


