Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Keberadaan sektor pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kondisi ini membuat keberlangsungan tata niaga timah dan kepastian penjualan hasil tambang menjadi perhatian masyarakat, khususnya para penambang rakyat.

Ketua KNPI Belitung Timur, Wahyu Setiawan, menilai kepentingan masyarakat perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan terkait pertambangan timah di Belitung Timur.

Menurut Wahyu, PT TIMAH memiliki posisi strategis karena menjadi perusahaan yang memiliki peran penting dalam tata kelola pertimahan di Belitung Timur. Karena itu, langkah perusahaan dalam mengakomodasi timah masyarakat dinilai memiliki arti penting bagi kehidupan ekonomi warga.

“Kalau langkah PT TIMAH ketika membeli timah di tengah masyarakat dengan keterbatasan regulasi, ya itu seharusnya sudah wajar dan sudah menjadi andilnya di Belitung Timur, khususnya. Karena PT TIMAH sendiri sebagai perusahaan tunggal yang ada di Beltim,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, aktivitas pertambangan masih menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Belitung Timur. Banyak warga menggantungkan pendapatan keluarga dari aktivitas menambang maupun kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sektor tersebut.

Menurutnya, ketika hasil tambang masyarakat dapat dibeli melalui mekanisme yang tersedia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penambang, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.

“Pembelian timah di masyarakat dapat membantu perputaran ekonomi daerah. Karena masyarakat masih bergantung di sektor pertambangan. Maka itu yang paling besarnya, sehingga mempengaruhi perekonomian yang ada di daerah, khususnya Belitung Timur,” katanya.

Wahyu menambahkan, ketika pembelian timah terhenti, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.

“Kalau memang tidak ada pembelian, makanya terjadi gejolak di masyarakat kemarin. Karena ketika timah itu tidak dibeli, masyarakat tambangnya juga tidak berpenghasilan, perekonomian pasti terganggu,” ujarnya.

Menurut Wahyu, persoalan pertambangan timah di Belitung Timur perlu dilihat secara lebih komprehensif. Regulasi dan tata kelola tetap diperlukan, tetapi penerapannya juga harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia menilai masyarakat merupakan bagian penting yang harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan dan penerapan kebijakan.

“Norma tertinggi itu masyarakat yang diutamakan. Karena adanya hukum itu kan adanya masyarakat dulu. Kalau tidak ada masyarakat, tidak akan ada hukum,” tegasnya.

Karena itu, Wahyu berharap penyelesaian persoalan pertambangan tidak hanya berhenti pada perdebatan mengenai regulasi, tetapi juga mencari solusi atas persoalan penghidupan masyarakat. Ia menilai diperlukan solusi yang dapat mempertemukan kepentingan masyarakat, perusahaan, pemerintah, dan aspek legalitas pertambangan.

Ke depan, Wahyu berharap PT TIMAH bersama pemerintah dapat kembali membangun pola pengelolaan pertambangan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menambang. Menurutnya, perlu ada kajian mengenai wilayah yang masih memungkinkan untuk ditambang masyarakat sekaligus keterbukaan informasi mengenai lokasi dan potensi wilayah pertambangan.

“Bagaimana timah hari ini kembali ke masa dulu, tugas-tugas dan hal-hal yang dilakukan adalah mengajak masyarakat menambang di wilayah-wilayah yang memang sudah ditetapkan sebagai wilayah pertambangan,” ujarnya.

Wahyu mengingatkan, masyarakat di tingkat bawah pada dasarnya membutuhkan kepastian sederhana, yakni dapat menjual hasil tambangnya melalui mekanisme yang jelas dan legal.

“Kalau masyarakat bawah kemungkinan tidak terlalu faham dengan regulasi, yang penting mereka bisa menjual hasil timah mereka,” tutupnya. (*)

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budi Utama: Yo Gerak Cepat Tertib Administrasi!

    Budi Utama: Yo Gerak Cepat Tertib Administrasi!

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2024
    • account_circle
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama mendorong seluruh OPD bergerak cepat mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan tertib administrasi maupun program-program yang dicanangkannya. Hal ini ditegaskannya saat menjadi pembina apel gabungan di halaman Gedung Tudung Saji, Pangkalpinang, pada Senin (2/9/2024) pagi. “Terima kasih kepada BKPSDMD dan tim ataupun OPD, alhamdulillah sudah ada perubahan, […]

  • Ketika Laut Tak Lagi Biru

    Ketika Laut Tak Lagi Biru

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Ketika Laut Tak Lagi Biru Oleh: Riki Saputra (Wartawan Sekilas Indo News) Senja perlahan menyelimuti ujung selatan Pulau Bangka, mewarnai langit dengan semburat jingga dan ungu. Ombak datang bergulung, menghantam bibir pantai yang semakin hari semakin berubah. Dulu, laut di sini begitu jernih, memantulkan cahaya matahari sore seperti cermin raksasa yang menenangkan. Tapi kini, pantulannya […]

  • Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias

    Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sektor pertanian di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, kini menghadapi ancaman serius yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah. Selain keterbatasan sarana pascapanen, kawasan sentra produksi padi terbesar di Bangka Belitung ini juga dibayangi oleh penyusutan sumber air […]

  • Ribuan Perantau Babel di Yogyakarta Lepas Rindu Lewat Festival 15.000 Durian Kelekak

    Ribuan Perantau Babel di Yogyakarta Lepas Rindu Lewat Festival 15.000 Durian Kelekak

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Ribuan Perantau Babel di Yogyakarta Lepas Rindu Lewat Festival 15.000 Durian Kelekak DOORSTOP.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak 15.000 buah durian asal Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diboyong secara khusus menjadi sajian utama dalam Program Silaturahmi Serumpun Sebalai dan Makan Durian Bersama, yang digelar di area Jogja Expo Center (JEC), pada Sabtu (4/7/2026). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat […]

  • Prof Udin Lantik Pengurus RT/RW se-Pangkalpinang, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Humanis

    Prof Udin Lantik Pengurus RT/RW se-Pangkalpinang, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Humanis

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Prof Udin Lantik Pengurus RT/RW se-Pangkalpinang, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Humanis DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), didampingi Wakil Wali Kota (Wawako) Dessy Ayutrisna, Forkopimda beserta sejumlah kepala OPD, resmi melantik seluruh Pengurus RT dan RW periode 2026-2031 se-Kota Pangkalpinang, di Gelanggang Olahraga (GOR) Depati Bahrin, Kacang Pedang, Jumat (22/5/2026). Dalam […]

  • DPRD Babel Pastikan Penyelesaian Sengketa Lahan PT Sawindo, Aspirasi Warga Jadi Prioritas

    DPRD Babel Pastikan Penyelesaian Sengketa Lahan PT Sawindo, Aspirasi Warga Jadi Prioritas

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    DPRD Babel Pastikan Penyelesaian Sengketa Lahan PT Sawindo, Aspirasi Warga Jadi Prioritas DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas dalam penyelesaian sengketa lahan Desa Kota Waringin dengan PT Sawindo Kencana. Hal ini ia sampaikan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga dan pihak perusahaan, […]

expand_less