Prof Udin Letakkan Batu Pertama Gedung Baru SMP Budi Mulia Pangkalpinang, Targetkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 4 Sep 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar

Prof Udin Letakkan Batu Pertama Gedung Baru SMP Budi Mulia Pangkalpinang, Targetkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pembangunan Gedung SMP Budi Mulia Pangkalpinang resmi dimulai. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, meletakkan batu pertama di Kompleks Sekolah Budi Mulia, Jumat siang (4/9/2026).
Dirinya berharap pembangunan gedung baru itu memperkuat kualitas pendidikan di Budi Mulia dan melahirkan siswa yang berprestasi sekaligus berkarakter.
“Harapan kami pendidikan Budi Mulia ini terus berkembang. Kami tahu Budi Mulia merupakan penghasil anak-anak cerdas yang memiliki moral, etika, dan perilaku yang baik,” ujarnya.
Di kesempatan itu, Saparudin mengapresiasi semua pihak yang membantu pembangunan. Ia berharap proses berjalan lancar hingga selesai dan gedung segera dimanfaatkan siswa.
“Harapan kami pembangunan ini bisa berjalan lancar sampai selesai. Jangan hanya meletakkan batu pertama, tetapi gedungnya tidak selesai,” ujar Saparudin.
Ia juga mengajak para donatur, termasuk yang berada di Jakarta, terus mendukung pengembangan pendidikan di Budi Mulia.
Menurut Saparudin, Budi Mulia menjadi bagian penting dalam penyediaan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Pangkalpinang.

Ia menyoroti prestasi pelajar Pangkalpinang yang mampu bersaing di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), pelajar Pangkalpinang menempati peringkat keenam secara nasional dan masuk jajaran 10 besar nasional di sejumlah jenjang pendidikan.
“Saya tidak terkejut, karena saya tahu betul Pangkalpinang ini sebetulnya bisa berbicara di level nasional. Sebagai sebuah kota yang kecil, prestasi anak-anaknya berada pada level 10 besar nasional,” katanya.
Capaian itu, kata Saparudin, tidak lepas dari peran guru dan orang tua dalam mendidik serta mendampingi siswa. Namun ia mengingatkan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi akademik.
Di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini, Saparudin menilai pendidikan moral, etika, dan karakter justru semakin penting.
“AI tidak bisa mengajarkan perilaku, AI tidak bisa mengajarkan moral, AI tidak bisa mengajarkan spiritual. AI hanya bisa mengajarkan bagaimana kita berpikir,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta guru dan orang tua menjadi teladan bagi anak-anak. Karakter tidak cukup diajarkan lewat teori, tetapi harus ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari.
“Kalau mengajar itu tentu satu hal saja. Guru harus bisa menjadi contoh. Persoalan moral dan perilaku tidak ada cara lain selain contoh,” ujarnya.
Saparudin juga mengapresiasi alumni dan donatur Budi Mulia yang membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Ia berharap dukungan itu terus berlanjut, agar anak-anak tetap mendapat pendidikan layak dan memiliki kesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Di dunia ini tidak ada orang yang kaya semua, pasti ada orang miskin. Di Kota Pangkalpinang ini masih ada sekitar 4 koma sekian persen masyarakat yang perlu kita santuni,” pungkasnya.
Seremoni itu dihadiri keluarga besar Yayasan Budi Mulia Lourdes, guru, alumni, donatur, dan sejumlah pihak yang mendukung pembangunan sekolah.
- Penulis: admin


