Prof Saparudin Pastikan Pemkot Pangkalpinang Pilih Pejabat Eselon Berbasis Rekam Jejak Kinerja
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 6 Okt 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar

Prof Saparudin Pastikan Pemkot Pangkalpinang Pilih Pejabat Eselon Berbasis Rekam Jejak Kinerja
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi meninggalkan mekanisme lelang jabatan dan beralih menggunakan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi berbagai posisi struktural strategis. Kebijakan ini mengubah pola pengisian jabatan publik menjadi lebih objektif karena berbasis pada rekam jejak, potensi, kinerja, dan kompetensi para pegawai, bukan lagi sekadar seleksi terbuka.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menjelaskan bahwa penerapan sistem baru ini sedang masuk dalam tahap persiapan. Langkah ini berjalan setelah Pemkot Pangkalpinang menerima surat keputusan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pangkalpinang sedang berproses. Kalau provinsi sudah duluan manajemen talenta, kita baru seminggu kemarin,” ujar Prof. Saparudin seusai menghadiri Pelantikan Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (5/10/2026).
Melalui sistem manajemen talenta ini, setiap ASN wajib menginput dan melengkapi seluruh data kinerja beserta persyaratan administrasi lainnya ke dalam sistem. Data rekam jejak digital tersebut nantinya menjadi basis utama bagi pemerintah untuk memetakan kemampuan pegawai yang potensial menduduki jabatan tertentu.
“Supaya ASN kita menginput data kinerja mereka. Nanti mereka pada duduk di eselon berapa, nanti dipilih kita dari rekam itu,” kata Saparudin.
Saparudin menegaskan kembali bahwa peralihan sistem ini otomatis menghapus metode seleksi lama di lingkungan pemerintah kota. “Jadi pemerintah kota tidak lagi menyelenggarakan lelang. Jadi sudah diganti dengan manajemen talenta,” ucapnya tegas.
Kendati lelang jabatan dihapus, pemerintah daerah tetap memegang peran krusial dalam menyaring dan menentukan ASN yang dinilai memenuhi kriteria kompetensi terbaik. Nama-nama ASN yang lolos penyaringan internal ini selanjutnya akan diserahkan kepada BKN untuk mengikuti tahapan birokrasi dan regulasi berikutnya.
Hingga saat ini, Pemkot Pangkalpinang belum menentukan siapa saja nama yang masuk ke dalam bursa kandidat eselon II. Pemerintah daerah masih memberikan ruang dan waktu bagi seluruh pegawai untuk merapikan berkas digital mereka.
“Masih sedang proses. ASN-nya lagi melengkapi data-data mereka atau memenuhi persyaratan dulu,” tutur Saparudin.
Ia menambahkan, jumlah pasti kandidat pejabat eselon II baru bisa terlihat setelah verifikasi data dan pemetaan menyeluruh selesai terlaksana. Setelah nama-nama potensial itu keluar dan disetujui BKN, Pemkot Pangkalpinang tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi sebelum melakukan pelantikan.
Melalui manajemen talenta ini, Prof. Saparudin berharap iklim kerja di Pemkot Pangkalpinang menjadi lebih sehat dan kompetitif. Sistem ini dirancang untuk melahirkan pejabat-pejabat struktural yang dinilai murni berdasarkan kapasitas nyata dan portofolio kerja mereka selama menjadi abdi negara.
Meskipun demikian, Pemkot Pangkalpinang belum merilis tanggal pasti kapan pengisian jabatan perdana lewat skema manajemen talenta ini akan resmi dimulai.
- Penulis: admin


