Budi Utama Siapkan Langkah Strategis PDAM Tirta Pinang Tingkatkan Kinerja dan Jangkauan
- account_circle
- calendar_month Ming, 20 Okt 2024
- visibility 105
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — Pada peringatan HUT ke-49 Perumda Tirta Pinang, Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan jangkauan pelayanan PDAM.
Dalam acara yang diadakan di kantor Perumda Tirta Pinang pada Sabtu (19/10/2024), Budi menyampaikan bahwa salah satu kebijakan utama adalah penggantian logo lama yang selama ini menggunakan simbol nasional.
Logo baru ini dirancang untuk mencerminkan identitas lokal dan diharapkan dapat memperluas jaringan pelanggan, terutama di wilayah yang belum terlayani.
“Perubahan logo ini akan memberikan angin segar bagi Tirta Pinang, terutama dalam menjangkau wilayah yang belum terlayani,” ungkap Budi dengan optimis.
Tidak hanya itu, Budi Utama juga menggarisbawahi rencana untuk men digitalisasi sistem monitoring PDAM Tirta Pinang secara bertahap. Inisiatif ini dimulai dari kecamatan dengan jumlah pelanggan terbanyak, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan.
“Kami telah melakukan studi banding ke Kabupaten Tangerang, yang sudah menerapkan sistem digital. Hasilnya sangat luar biasa, dan kami yakin dapat mengimplementasikan hal yang sama di Pangkalpinang,” tambahnya.
Transformasi dari sistem analog ke digital diharapkan dapat mempercepat deteksi kebocoran dan memantau penggunaan air dengan lebih baik. Dengan dukungan infrastruktur yang ada, Budi percaya PDAM Tirta Pinang akan dapat meniru kesuksesan yang telah dicapai oleh Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Utama juga memberikan penghargaan kepada pelanggan setia yang telah menggunakan layanan Tirta Pinang selama bertahun-tahun.
“Langkah ini sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mendukung Tirta Pinang selama ini,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur Perumda Tirta Pinang, Agus Salim, mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber air baku. Meski demikian, Tirta Pinang berhasil menekan tingkat kebocoran air hingga 40 persen dalam setahun terakhir, memungkinkan penambahan hingga 5.000 sambungan baru untuk rumah tangga.
“Kami optimis bahwa dengan terus menekan angka kebocoran hingga 25 persen, kami masih mampu menambah sambungan rumah tangga hingga 5.000 pelanggan lagi,” kata Agus.
Untuk memperluas jangkauan layanan dan mengatasi keterbatasan sumber daya air baku, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 11 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan jaringan baru yang diharapkan rampung pada tahun 2025.
“Kami berharap dengan dana DAK yang ada, kami bisa segera membangun jaringan baru dan memastikan sumber daya air baku mencukupi kebutuhan pelanggan yang terus bertambah,” tutup Agus.
Dengan berbagai langkah strategis ini, PDAM Tirta Pinang menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan dan memastikan akses air bersih bagi masyarakat Pangkalpinang.
- Penulis:


