Ribuan Jiwa Mengungsi, Sektor Perikanan dan Ratusan Perahu Nelayan di Serdang Hancur Dilalap Api
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 13 Okt 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

Ribuan Jiwa Mengungsi, Sektor Perikanan dan Ratusan Perahu Nelayan di Serdang Hancur Dilalap Api
DOORSTOP.ID, SERDANG — Kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, tidak hanya menghanguskan ratusan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan total sektor perekonomian pesisir. Sebanyak 70 unit perahu nelayan bersama infrastruktur pendukung pencaharian warga dilaporkan musnah dilalap api.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengungkapkan hal tersebut pada Senin (12/10/2026). Musibah ini, kata Hefi, berdampak masif terhadap roda kehidupan masyarakat setempat. Berdasarkan data posko terpadu per pukul 21.00 WIB, total korban terdampak mencapai 1.292 jiwa dari 323 Kepala Keluarga (KK).
“Dampak kebakaran di Dusun Serdang menyentuh total 1.292 jiwa dari 323 Kepala Keluarga. Sebanyak 267 unit rumah warga hangus terbakar, memicu dampak langsung bagi 1.096 jiwa, sementara 49 unit rumah lainnya ikut terdampak tak langsung,” ujar Hefi.
Hefi menjelaskan, amukan si jago merah turut merusak bangunan serta sarana pendukung ekonomi secara signifikan.
Selain 316 unit rumah tinggal yang terdampak langsung maupun tak langsung, api juga melahap 30 unit gedung walet, 70 unit perahu, 1 unit tambat labuh, 2 unit sumur bor atau sumber air bersih, serta 1 unit gedung pangkalan LPG.
“Kehilangan sarana ini secara langsung memukul mata pencaharian warga, termasuk para nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga tenaga kependidikan,” tuturnya.
Tidak hanya sektor ekonomi, Hefi mengungkapkan, musibah ini juga mengancam masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Pihak posko mencatat ada sebanyak 210 siswa dari berbagai jenjang pendidikan ikut menjadi korban, yang terdiri dari 12 anak PAUD, 163 siswa SD, 23 siswa SMP, hingga 12 siswa SMA.
Guna merespons krisis ini, Hefi menegaskan, Pemkab Bangka Selatan bersama unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait bergerak cepat mendirikan sejumlah posko pelayanan terpadu.
“Petugas menyiagakan berbagai fasilitas darurat, 4 titik dapur umum, 3 tempat pengungsian, posko kesehatan kolaborasi Dokkes dan RSUD, posko trauma healing, hingga posko layanan pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, gelombang solidaritas publik terus mengalir ke posko terpadu. Hingga Senin malam tadi, posko mencatat donasi masuk meliputi 11.789 kg beras, 1.218 dus mie instan, 1.795 dus air mineral, 10.730 butir telur, 1.110 liter minyak goreng, 347 paket pakaian, 267 paket perlengkapan mandi, serta uang tunai sebesar Rp55.406.000.
- Penulis: admin


