Satu Tahun Udin-Dessy, Wawako Pangkalpinang Minta Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Upgrade Diri
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 15 Okt 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar

Satu Tahun Udin-Dessy, Wawako Pangkalpinang Minta Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Upgrade Diri
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota (Wawako) Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, meminta seluruh aparatur pelayan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk segera keluar dari zona nyaman dan upgrade kemampuan diri guna meningkatkan standar pelayanan mereka.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri tradisi Nganggung utnuk memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang Tingkat Kecamatan Gabek di Aula Kecamatan Gabek, Kamis pagi (15/10/2026).
Dalam acara silaturahmi yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Agustu Afendi ini, Dessy menekankan bahwa momentum tersebut bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan pemerintah Udin-Dessy.
“Ini acaranya adalah silaturahmi, atau Nganggung dalam rangka hari ulang tahun kota yang ke-269 dan juga ini menjelang akhir tahun dan juga pada hari ini tepat tanggal 15 Oktober pemerintah Udin-Dessy tepat satu tahun ini. Jadi kita flashback, kita evaluasi apa-apa yang harus kita perbaiki dan apa yang harus kita tingkatkan,” ujar Dessy.
Dessy mengingatkan bahwa kelurahan merupakan garda terdepan pemerintah yang langsung bersentuhan dan mengetahui seluruh persoalan warga. Oleh karena itu, ia menuntut para pelayan masyarakat bekerja dengan ketulusan dan niat nyata untuk membantu, bukan sekadar menggugurkan kewajiban dengan standar pelayanan yang biasa-biasa saja.
“Rata-rata kita ini sudah berada di zona nyaman, tidak mau upgrade diri. Misalnya untuk pelayanan, beginilah standarnya tetapi sebenarnya standar yang kita maksudkan itu masih standar yang biasa. Yang maunya kita harus upgrade diri. Rata-rata dari kita, saya lihat sewaktu turun-turun kemarin itu selama setahun ini, masing-masing dari kita itu sudah berada di zona nyaman. Jadi kita tidak mau upgrade tentang diri,” tegas Dessy.
Ia mencontohkan bagaimana cara berkomunikasi pegawai saat melayani warga yang datang. Menurutnya, keramahan dan niat tulus untuk menyelesaikan masalah warga harus menjadi prioritas utama.
“Saya mohon kepada para pegawai, pelayan masyarakat, mohon untuk dengan bahasanya yang baik dan dengan niat yang baik, dengan niat untuk membantu. Rata-rata kalau kita punya niat untuk membantu, niatnya dulu, pokoknya sebisa mungkin orang itu selesai masalahnya,” tutur Dessy.
“Kira-kira seperti itu tidak di Kecamatan Gabek ini? Kalau enggak pun berarti ini jadi evaluasi untuk ke depannya. Saya itu sering turun, saya itu juga teman-teman itu juga sering turun, kadang-kadang nanya bagaimana pelayanan di sini,” tambahnya.
Selain menyoroti masalah sikap pelayanan, Dessy juga memberikan perhatian serius pada ketepatan sasaran pendataan bantuan sosial. Ia memperingatkan aparatur agar tidak memberikan bantuan berdasarkan faktor kedekatan atau kenalan semata.
“Dan jika ada pendataan apapun, misalnya pendataan bantuan atau apa, mohon diberikan kepada orang-orang yang memang membutuhkan. Jadi bantuan baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan lain-lain itu jatuhnya ke orang yang tepat sasaran. Jadi benar-benar akhirnya pemerintah itu menjalankan fungsinya dengan maksimal. Ini kadang-kadang kita lihat hanya karena kenal, mohon maaf, jadi orang ini yang diberikan bantuan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dessy juga mengajak para pegawai untuk membuka mata, pikiran, dan hati dalam memetakan warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan. Pelayanan yang baik, lanjutnya, mencakup pemberian informasi dan pengarahan yang jelas hingga urusan warga tersebut tuntas.
“Jadi saya mohon Bapak-Ibu mari kita buka mata, buka pikiran, terutama buka hati. Jadi warga kita yang mana yang benar-benar membutuhkan, dan itu yang memang harus kita bantu. Sebisa mungkin bagaimana caranya kita membantunya, nah itu harus diurus. Misalnya arahkan Bapak atau Ibu itu misalnya ke bidang sosial, arahkah ke sina, ke sini. Sehingga mereka yang memang layak dibantu, memang harus mendapatkan bantuan. Itu yang saya maksud, kita harus upgrade diri untuk benar-benar membantu sampai selesai,” tegas Dessy.
“Bapak-Ibu, membantu juga bisa dengan memberikan informasi. Misalnya orang belum tahu, bilangnya oh ini bukan di kami tempatnya. Nah alangkah baiknya, Ibu di sini bukan tempatnya. Tapi tolong Ibu ke sini, ke sini, arahkan Ibu itu,” imbuhnya lagi.
Di kesempatan itu, Dessy juga meminta komitmen bersama untuk menyelaraskan kinerja aparatur dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pangkalpinang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Gabek untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga ketertiban, serta memelihara kebersihan lingkungan sesuai instruksi Wali Kota.
“Ya Bapak-Ibu, jadi jangan terlalu nyaman dengan zona nyamannya. Harus upgrade sesuai dengan kebutuhan dan apa visi dan misi pemerintah kota Pangkalpinang. Dan juga melalui silaturahmi ini, mari kita terus memperkuat persaudaraan, terus bersama-sama kita seperti arahan dari Pak Wali Kota menjaga kebersihan,” harapnya.
Ia juga meminta dukungan penuh dari aparatur Kecamatan Gabek agar pelayanan publik berjalan maksimal dan situasi wilayah tetap kondusif di satu tahun pemerintahan Udin-Dessy.
“Saya lihat tadi di sekitar sini cukup bersih. Dan saya sudah hapal Pak lurahnya. Kalau misalnya saya ketemu sampah, nanti saya telfon Pak. Dan juga Pak Camat yang ada di Kecamatan Gabek dan mohon juga seluruh masyarakat yang di Gabek ini, dijaga terus persaudaraannya agar situasi aman, dan tertib,” tutup Dessy.
- Penulis: admin


