Beasiswa Pemerintah VS Beasiswa Emak
- account_circle
- calendar_month Sel, 19 Nov 2024
- visibility 106
- comment 0 komentar

Oleh : Putri Anggun (Pejuang Toga)
Tak apa jika kamu kali ini belum layak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Mungkin di mata mereka, kita masih mampu dan layak untuk menempuh pendidikan tanpa bantuan dan biaya gratis dari mereka.
Bahkan, saat menulis tulisan Beasiswa Pemerintah vs Beasiswa Emak ini, alhamdulillah saya masih bersyukur bisa berkarya walau tanpa dukungan siapapun.
Kita tahu, link beasiswa itu ada beragam macam, mulai dari baznas, KIP-K, Bank Indonesia, Kesra, Provinsi, Kemendikbud dan lain sebagainya.
Saya sempat mendaftar ke semua model beasiswa itu. Tapi Tuhan berkehendak lain. Saya belum diberi kesempatan untuk menerimanya. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat saya. Saya harap, kalian (Generasi Milenial, Gen-z, ataupun Gen-Alpha-red) juga demikian.
Secara kasat mata, beasiswa adalah sebuah keringanan bagi kita, Tapi tanpa itu (beasiswa-red), jangan sampai membuat kita lantas berhenti ataupun patah arang untuk terus melanjutkan pendidikan dan cita-cita yang telah kita impikan.
Jika ditelusuri lebih dalam, ada saja hal yang membuat kita kecewa dan merasa gagal berkali-kali. Karena selain prestasi yang kita punya dan dapatkan dengan proses yang berat, ternyata belum cukup.
Saya rasa memang aneh, tapi demikianlah kenyataannya. Ketika itu, saya pernah mendapat survei dari tim beasiswa yang datang kerumah saya.
Saat mereka melihat rumah saya yang dirasa “Wah”, mereka langsung berpikir positif dan tidak ada ekspresi apapun. Melainkan heran dengan keadaan rumah saya.
Tanpa ba..bi…bu.. tentang apa yang menjadi keseharian kita menjalani hidup, seolah “mereka” langsung sok tahu kalo kami adalah orang berada.
Yaa.. sudahlah… tak masalah, saya sangat bersyukur jika mereka berfikir seperti itu. Walaupun pada kenyataannya saya adalah seorang anak penjual kue dan ayah saya penjual Tew Fu Sui.
Karena doa dan support mereka lah yang jadi kekuatan besar bagi saya dan adik saya untuk mengejar cita-cita.
Sempat terlintas dibenak saya, bahwa saya ini merasa telah gagal menjadi anak yang membanggakan mereka.
Beasiswa yang akan saya dapatkan, itu semua akan saya persembahkan kepada orangtua saya. Belum, mungkin belum.
Saya harus selalu ber-husnuzzon kepada-Nya. Saya yakin takdir dan rencana-nya merupakan sesuatu yang terbaik bagi saya.
Sejak SD-SMA, saya sering mendapatkan beasiswa, itu dikarenakan saya sering menjuarai lomba dan aktif dalam organisasi mulai dari ketua OSIS, FLS2N, Gita Bahana Nusantara, Archery, 02SN Catur, OSN IPS, English Competetion, dll.
Saya sangat bersemangat dan makin semangat dalam belajar dan merengkuh prestasi. Karena, bagi saya, segudang prestasi dan keaktifan yang saya jalani dan dapatkan, bisa mengantar saya ke beasiswa yang saya coba kejar.
Yang sudah barang tentu, jika itu saya dapatkan, maka akan sangat meringankan beban saya sebagai pelajar dan membantu beban orangtua saya. Apalagi tidak menjadi beban pikir bagi saya sendiri.
Sekali lagi, bagi kalian semua, teman-teman yang saya cintai. Tak apa jika kini, kita belum berhak mendapatkan beasiswa itu. Mungkin, rencana Tuhan lebih indah sudah dipersiapkan untuk kita.
Kalo bukan sekarang, mungkin nanti. Jadi, mari kita bersabar sebentar. Sembari berdoa, berusaha dan terus berprestasi mengejar Impian kita.
Sesungguhnya, beasiswa dari orang tua, itu adalah beasiswa halal yang dipersembahkan dengan susah payah untuk seorang anak-anaknya.
Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh orangtua terbaik di seluruh penjuru dunia yang terus berjuang untuk menghidupi keluarga dan membiayai anaknya hingga sukses.
Hingga kita berkata : “Saya anak tukang penjual kue, dan saya lolos S2 dan mendapatkan beasiswa ke Belanda.” atau “Saya anak tukang becak, tapi saya lolos dengan predikat cumlaude di S2”.
Dalam hidup, apapun bisa terjadi, tak perlu berkeluh kesah dan mengemis kepada “mereka”. Walaupun kau sedih ketika dosen atau guru bercerita tentang beasiswa.
Cukup tersenyum dan selalu semangat ya. Semoga segala keinginan dan Impian kita terwujud dengan tangan dan cara terbaik Tuhan.
Bagi saya, jika ada pertandingan antara Beasiswa Pemerintah vs Beasiswa Emak, yaa hingga detik ini, Beasiswa Emak tetap The Best.
Semangat pejuang Toga!!!
- Penulis:


