Konsisten Jaga dan Kembangkan Kesenian Daerah, Sanggar Lawang Budaya Bikin Pagelaran Seni “Dek Lapuk Ujan Dek Lekang Panas”
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 17 Feb 2025
- visibility 100
- comment 0 komentar

Konsisten Jaga dan Kembangkan Kesenian Daerah, Sanggar Lawang Budaya Bikin Pagelaran Seni “Dek Lapuk Ujan Dek Lekang Panas”
DOORSTOP.ID, SUNGAILIAT – Sanggar Seni Lawang Budaya Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melaksanakan Pagelaran Seni bertajuk “Dek Lapuk Ujan, Dek Lekang Panas”, yang berlangsung di Gedung Graha Maras Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Sabtu (15/2/2025).
Dalam pagelaran seni tersebut, Sanggar Seni Lawang Budaya berkolaborasi dengan sejumlah pihak, antara lain Zakia Minang Ayu yang merupakan peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori anak-anak, Perguruan Persilatan Pulau Kelapa, Kelekak Budaya, SMA Setia Budi Sungailiat dan SMP Negeri 2 Sungailiat.
Di bawah koordinasi Stage Manager Ade Widiasari SPd MSn dan dipandu MC bernuansa budaya, Medy Pantun, pagelaran seni yang menampilkan tarian, musik, puisi, mendongeng, pencak silat serta beberapa lagu-lagu daerah Kepulauan Babel itu berlangsung sukses.
Pagelaran seni tersebut, dihadiri Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Kabupaten Bangka yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Baffa, Sekjen Perguruan Persilatan Pulau Kelapa Sayyid Raden Hardiansyah Al Qodri dan Lili Hendarwati Bambang Pati Jaya.
Tampak hadir pula, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kabupaten Bangka Herpurwani, sejumlah seniman dari Kota Pangkalpinang, para pelajar serta masyarakat umum.
Saat acara berlangsung, gerak gemulai nan lincah yang disuguhkan para penari Sanggar Seni Lawang Budaya mulai dari tingkat Muda, Madya hingga Utama itu, sukses mengundang decak kagum dan gemuruh tepuk tangan penonton.
Diakhir acara, selain memberikan sertifikat kepada para anggotanya, Sanggar Seni Lawang Budaya juga memberikan piagam penghargaan kepada para pengisi acara yang berpartisipasi menyukseskan acara tersebut.
Ajang Evaluasi Penari
Koreografer yang juga Sekretaris Sanggar Seni Lawang Budaya, Juwita Handayani, mengemukakan, selain sebagai bentuk konsistensi dalam upaya menjaga dan mengembangkan kesenian daerah, Pagelaran Seni “Dek Lapuk Ujan, Dek Lekang Panas” juga menjadi ajang evaluasi tahunan bagi para penari.
“Acara ini juga merupakan ajang evaluasi tahunan pagi mereka (para penari-red) setelah satu tahun berlatih di Sanggar Seni Lawang Budaya. Di sertifikat yang dibagikan ke penari di akhir acara tadi, ada nilainya,” terang Juwita.
“Dari sertifikat itu, orang tua mereka bisa mengetahui perkembangan kepenarian anaknya dan juga piagam atau sertifikat itu, akan berguna untuk penari yang berstatus pelajar SD, SMP dan SMA,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Juwita berpesan kepada para penari, agar dapat memahami makna dari sebuah proses. Yang mana, lanjut Juwita, pemahaman dari sebuah proses merupakan hal penting untuk berhasil menjadi seorang penari bahkan koreografer.
“Memahami proses adalah hal yang sangat penting, karena dalam berkesenian atau menari, tak ada proses yang instan. Pemahaman tentang makna proses ini, tidak hanya kepada anak-anak, tapi juga orang tuanya yang bergabung di Sanggar Seni Lawang Budaya. Karena terkadang, ada yang tidak sabaran ingin instan melihat anaknya langsung pintar menari,” tuturnya.
“Untuk mencapai hal itu, tidak akan mungkin bisa tanpa melalui proses. Saya memahami, sebagai orang tua senang melihat anaknya tampil di atas panggung, tapi harus diingat juga, bagi yang belum berkesempatan, jangan cepat putus asa. Kemudian, bagi yang sudah bisa menari, jangan merasa cepat puas. Karena dalam menari, mau berproses itu hal yang paling penting. Jadi proses itu ya tiada henti,” lanjutnya.
Cerminan Jati Diri Lawang Budaya
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Seni Lawang Budaya sekaligus Musisi, Wandasona Alhamd, mengungkapkan pihaknya sengaja memilih tema “Dek Lapuk Ujan, Dek Lekang Panas” lantaran kata tersebut merupakan cerminan Sanggar Seni Lawang Budaya, yang selama ini konsisten dalam menjaga dan mengembangkan kesenian daerah, khususnya seni tari dan musik, di Kepulauan Babel.
“Dek Lapuk Ujan, Dek Lekang Panas, merupakan pepatah lama yang menjadi semangat Lawang Budaya dalam berkesenian,” ungkap Wandasona kepada wartawan, Senin (17/2/2025).
“Melalui kegiatan ini, kami menunjukkan komitmen dan konsistensi kami dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Sampai kapanpun kami tetap ada untuk kelestarian dan berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan daerah melalui seni,” imbuhnya.
Tetap Konsisten Majukan Kebudayaan Daerah
Acara Pagelaran Seni “Dek Lapuk Ujan Dek Lekang Panas” juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Babel, yang diwakili oleh Sub Kordinator Budaya dan Kesenian Tradisional, Pupung Damayanti MSn.
Dalam kesempatan itu, Pupung juga mengaku bangga terhadap upaya keras yang dilakukan Sanggar Seni Lawang Budaya dalam membina para generasi untuk keberlangsungan kebudayaan daerah.
Pupung berharap, Sanggar Seni Lawang Budaya tetap konsisten berkiprah memajukan kebudayaan daerah Kepulauan Babel. Menurutnya, selain sebagai tempat belajar menari, Sanggar Seni Lawang Budaya juga bisa menjadi tempat berkumpulnya para seniman, penggiat serta penggerak kebudayaan daerah.
“Semoga ke depannya terus konsisten berkiprah dan berbuat lebih banyak lagi dalam memajukan kebudayaaan daerah. Lawang Budaya ini selain tempat anak-anak kita belajar menari, juga bisa menjadi tempat berkumpulnya para seniman, para penggiat budaya, berkumpulnya para penggerak kebudayaan daerah,” ungkap Pupung.
Tak lupa, Pupung juga mengapresiasi pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, tak semua sanggar seni bisa menyelenggarakan pagelaran seni.
“Saya terharu, bangga dan salut. Karena tidak semua sanggar bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Tentunya, Lawang Budaya sudah menunjukkan kemampuannya berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah. Tadi saya lihat, ada anak-anak kecil usia sekitar tiga tahunan mungkin ya, itu lincah sekali menarinya dan gerakannya itu baik sekali,” bebernya.
“Inilah keberhasilan Lawang Budaya membuat anak-anak kita bisa menari. Bahkan saya dengar, sudah ada siswanya yang sampai melanjutkan keperguruan tinggi seni, yang mungkin tadinya mereka tidak terfikirkan untuk sekolah tari, akhirnya jadi mencintai, ini luar biasa patut kita apresiasi,” tandasnya.
- Penulis: admin


