Tolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Dukung SMAN 1 Sambas di LCC 4 Pilar Tingkat Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar

Tolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Dukung SMAN 1 Sambas di LCC 4 Pilar Tingkat Nasional
DOORSTOP.ID, PONTIANAK — SMAN 1 Pontianak akhirnya buka suara untuk meredakan polemik pasca-final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026. Pihak sekolah resmi menerima keputusan panitia dan mengalihkan dukungan penuh kepada rival mereka, SMAN 1 Sambas, yang akan melenggang ke tingkat nasional.
“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” ujar Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, dalam keterangan tertulisnya, pada Kamis (14/5/2026).
Langkah ini sekaligus meluruskan spekulasi liar yang beredar di masyarakat. Indang menegaskan, protes yang mereka layangkan sebelumnya bukan bertujuan untuk menjegal kemenangan SMAN 1 Sambas, melainkan murni demi transparansi kompetisi.
“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tutur Indang.
Polemik ini sempat memanas setelah video penilaian juri terhadap tim SMAN 1 Pontianak viral di media sosial, memicu protes keras dari siswa, alumni, hingga netizen. Merespons gelombang protes tersebut, MPR RI sempat mengeluarkan opsi untuk menggelar lomba ulang. Namun, SMAN 1 Pontianak memilih menarik diri dari opsi tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” tegas Indang.
Lebih lanjut, Indang memastikan tindakan kritis yang diambil pihak sekolah sama sekali tidak berniat merusak reputasi pihak mana pun, baik panitia maupun institusi MPR RI selaku penyelenggara.
“Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Indang menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas masyarakat, sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena kegaduhan yang sempat menyita perhatian publik ini. Ia berharap semua pihak bisa memetik pelajaran dari peristiwa ini demi iklim pendidikan yang lebih sehat.
“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan. Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027,” pungkasnya.
- Penulis: admin


