Pria di Pangkalpinang Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 21 Feb 2025
- visibility 95
- comment 0 komentar

Pria di Pangkalpinang Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Seorang pria berinisial R (35) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Perum Mega Harmoni, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang, pada Jumat (21/2/2025) pagi. Korban diduga meninggal akibat gantung diri.
Kapolsek Taman Sari, Kompol Agus Prasatiawan, mengonfirmasi bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, L (36), sekitar pukul 08.00 WIB.
“Saat itu, L baru pulang dari pasar dan mendapati suaminya dalam kondisi tergantung di dapur rumah dengan seutas tali tambang,” ujar Agus, dalam keterangan resminya yang diterima redaksi doorstop.id, Jumat (21/2/2025) siang.
“Istri korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Para tetangga kemudian membantu menurunkan korban dan membawanya ke RS Timah Pangkalpinang. Namun, setelah diperiksa oleh dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” tambah Agus.
Berdasarkan keterangan saksi, Agus menjelaskan kronologi peristiwa tragis itu. Di mana, pada Kamis malam (20/2/2025), korban sempat meminjam tangga dari tetangganya, D (39). Setelah itu, korban berencana mengembalikan tangga tersebut sekitar pukul 20.00 WIB, tetapi D menyarankan agar dikembalikan saja esok hari.
Keesokan paginya, lanjut Agus, sekitar pukul 08.00 WIB, istri korban yang baru pulang dari pasar menemukan suaminya dalam kondisi tergantung di dapur.
“Ia segera meminta tolong kepada tetangga, termasuk M (40), yang bersama warga lainnya langsung menurunkan korban dan melapor kepada Ketua RT setempat,” terangnya.
Mendapati adanya laporan peristiwa itu, Polsek Taman Sari dan Polresta Pangkalpinang segera mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP.
“Di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, seperti tali tambang berwarna kuning, celana pendek hitam dengan lis merah, serta tangga yang diduga digunakan korban,” tutur Agus.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami permasalahan keluarga sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi,” sambungnya.
Namun, kata dia, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi lebih lanjut dan telah menandatangani surat pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.
Diungkapkan Agus, pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah sesuai prosedur, termasuk mengamankan lokasi kejadian, mendokumentasikan peristiwa, serta berkoordinasi dengan unit identifikasi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar yang mengalami tekanan psikologis serta segera mencari bantuan profesional jika menghadapi masalah berat,” tukasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar lokasi kejadian tetap kondusif.
- Penulis: admin


