PBB Asahan Desak Transparansi Pengungkapan Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMAS Panti Budaya Kisaran
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 18 Mar 2025
- visibility 548
- comment 0 komentar

PBB Asahan Desak Transparansi Pengungkapan Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMAS Panti Budaya Kisaran
DOORSTOP.ID, ASAHAN — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Asahan, Riston Alexander Aruan, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk transparan dalam mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Pandu Brata Syaputra Siregar (18), seorang siswa SMA Swasta Panti Budaya Kisaran.
Kasus ini diduga melibatkan oknum polisi dari Polres Asahan saat melakukan penertiban balap lari di Desa Sei Lama, Kabupaten Asahan, Senin (17/3/2025).
Riston juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban, dan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Minggu kemarin, kami dari PBB Asahan turut mendampingi proses ekshumasi jenazah adik kita, almarhum Pandu Brata Syaputra Siregar, di Sordang Bolon, Kabupaten Simalungun,” tegas Riston.
“Kami meminta Polres Asahan untuk transparan dalam mengungkap kasus ini. Kami akan terus mengawal hingga korban dan keluarganya mendapatkan kepastian hukum,” sambungnya.
Proses ekshumasi yang dilakukan oleh tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Dokter forensik yang menangani, dr. Ismurizal, mengungkapkan adanya beberapa keganjilan pada jasad korban, termasuk ditemukannya bercak darah di beberapa bagian tubuh.
“Sudah kami otopsi, semua sudah kami ambil dan periksa. Nanti hasilnya akan dirangkum,” ujar dr. Ismurizal, Minggu (16/3/2025), usai proses ekshumasi di lokasi pemakaman.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, Polres Asahan bersama tim dari Polda Sumatra Utara telah melakukan pra-rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) hari ini.
“Kami melihat langsung pra-rekonstruksi di TKP, dan ada tiga orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan ini, yaitu oknum Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat dan dua warga sipil. Kami berharap kasus ini segera terbuka secara terang benderang dan diselesaikan tanpa berlarut-larut,” pungkas Riston.
Laporan : Heri Setiadi, kontributor Asahan.
- Penulis: admin


