HMI Gelar Maras Babel Season 3: Bahas Strategi Dorong Pariwisata, Ekonomi Biru, dan Hijau
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 19 Mar 2025
- visibility 86
- comment 0 komentar

HMI Babel Gelar Maras Babel Season 3: Bahas Strategi Mendorong Pariwisata, Ekonomi Biru, dan Hijau
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung (Babel), kembali menggelar Mimbar Aspirasi Rakyat Bangka Belitung (Maras Babel) yang kini memasuki season 3.
Diskusi yang berlangsung di Warkop Ropang 2, Rabu (19/3/2025) sore tersebut, mengangkat tema strategi pemerintah provinsi dalam mendorong quality tourism, ekonomi biru, dan ekonomi hijau di Bangka Belitung.
Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, mengapresiasi inisiatif HMI Babel yang terus menghadirkan forum diskusi yang konstruktif.
“Kami mengapresiasi HMI Bangka Belitung yang telah menginisiasi acara ini. Alhamdulillah, ini sudah sesi ketiga dengan tema yang sangat relevan, yakni kualitas pariwisata, ekonomi biru yakni sumber daya kelautan, dan ekonomi hijau yaitu lingkungan di Bangka Belitung,” ujar Subekti, ketika diwawancarai wartawan.
Ia menyoroti kondisi ekonomi Bangka Belitung yang saat ini tengah mengalami tantangan serius, akibat lesunya sektor pertambangan timah. Menurutnya, pariwisata bisa menjadi salah satu sektor alternatif yang dapat mendongkrak perekonomian daerah.
“Ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja, sangat memprihatinkan karena sektor pertambangan timah yang mati suri. Maka, tema ini sangat tepat untuk dikupas lebih dalam guna mencari strategi yang dapat meningkatkan sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi baru,” tegasnya.
Subekti juga menekankan, salah satu langkah krusial yang harus dilakukan adalah promosi yang lebih gencar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Ia mencontohkan bagaimana Pulau Belitung mendapat sorotan nasional dan bahkan internasional setelah kesuksesan film Laskar Pelangi, yang berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
“Pulau Bangka masih belum begitu dikenal luas, berbeda dengan Pulau Belitung yang mendapat promosi besar-besaran melalui film Laskar Pelangi. Hal ini membuktikan bahwa strategi pemasaran yang tepat dapat memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata,” paparnya.
Namun, menurutnya, kendala besar yang dihadapi saat ini adalah tingginya harga tiket pesawat menuju Bangka dan Belitung. Ia menilai hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan turunnya jumlah wisatawan.
“Tingginya harga tiket pesawat membuat minat wisatawan menurun. Ini menjadi tantangan yang harus dicari solusinya oleh pemerintah agar pariwisata Babel tetap berkembang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua HMI Babel, Asep Muldani mengungkapkan, diskusi pada Maras Babel season 3 ini diisi dengan berbagai masukan dari peserta mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata, sumber daya kelautan, dan lingkungan di Bangka Belitung.
Di mana, para narasumber dan audiens saling bertukar pandangan guna merumuskan strategi terbaik dalam menghadapi tantangan yang ada.
“Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan Bangka Belitung dapat terus berbenah dan menemukan solusi inovatif dalam mengembangkan sektor pariwisata, serta memperkuat ekonomi biru dan hijau demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutupnya.
- Penulis: admin


