Ketua Komisi XII DPR RI Dukung Strategi Impor Migas Menteri ESDM sebagai Langkah Politik Dagang
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 14 Apr 2025
- visibility 83
- comment 0 komentar

Ketua Komisi XII DPR RI Dukung Strategi Impor Migas Menteri ESDM sebagai Langkah Politik Dagang
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penyesuaian kebijakan energi, termasuk rencana peningkatan impor migas dari Amerika Serikat.
Menteri Bahlil sebelumnya menegaskan bahwa rencana peningkatan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan minyak mentah dari AS merupakan bagian dari strategi “politik dagang” Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai respons terhadap kebijakan proteksionisme global, terutama terkait tarif impor dari sejumlah negara.
Menanggapi hal tersebut, Bambang menilai langkah pemerintah Indonesia yang mempertimbangkan peningkatan impor crude oil dan LPG dari Amerika Serikat sebagai strategi yang tepat. Menurutnya, hal ini dapat menjadi salah satu kartu tawar dalam perundingan tarif dengan Negeri Paman Sam.
“Langkah ini tidak hanya membantu dalam diversifikasi sumber energi tetapi juga dalam menyeimbangkan perdagangan bilateral dengan AS,” jelas Bambang.
Bambang juga sepakat dengan penjelasan Menteri Bahlil bahwa peningkatan impor dari AS tidak berarti menambah total volume impor migas nasional. Pemerintah hanya akan mengalihkan sebagian pengadaan migas dari sumber lain ke Amerika Serikat.
“Jumlah impor totalnya tetap, tetapi ada pengadaan migas dari sumber lain yang mungkin porsinya dialihkan ke Amerika Serikat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini beberapa negara di kawasan Timur Tengah telah menjadi sumber utama impor migas Indonesia, seperti UEA, Qatar, Arab Saudi, hingga Aljazair. Dalam konteks ini, langkah diversifikasi menjadi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dalam memenuhi konsumsi nasional LPG sebesar 8,17 juta ton, Indonesia mengimpor hingga 85% dari negara-negara tersebut, termasuk Amerika,” jelas Bambang.
Bambang menilai, strategi ini harus mampu menghasilkan win–win solution bagi semua pihak, baik untuk Amerika Serikat maupun negara-negara lain yang terdampak penyesuaian kebijakan migas Indonesia.
“Kami mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Menteri Bahlil dalam menjalankan kebijakan Presiden Prabowo menghadapi tantangan perdagangan internasional, dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sebagai Ketua Komisi XII, Bambang memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kebijakan ini. Ia juga siap memberikan dukungan serta masukan konstruktif demi memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat maksimal bagi bangsa dan negara.
- Penulis: admin


