Hardiknas 2025, Kadisdikbud Pangkalpinang: Guru Harus Jadi Idola dan Adaptif terhadap Perubahan
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 2 Mei 2025
- visibility 84
- comment 0 komentar

Hardiknas 2025, Kadisdikbud Pangkalpinang: Guru Harus Jadi Idola dan Adaptif terhadap Perubahan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Pangkalpinang, Erwandy, menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan karakter guru dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan yang kian pesat.
“Di Hari Pendidikan Nasional ini kami berharap guru lebih profesional. Banyak program dari kementerian yang harus kita sukseskan. Harapannya guru-guru kita lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perubahan yang terjadi,” ujar Erwandy kepada wartawan, usai mengikuti upacara peringatan Hardiknas di halaman Kantor Wali Kota, Jumat (2/5/2025).
Ia menegaskan, bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga panutan yang memberi inspirasi bagi muridnya.
“Guru itu harus menjadi idola. Guru itu harus menjadi semacam teladan untuk anak,” katanya.
Selain itu, Erwandy turut menjelaskan perkembangan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan seleksi penerimaan murid baru (SPMB). Ia menyampaikan bahwa sistem pendataan kini semakin ketat dan berbasis zonasi.
“Sekarang sistemnya sudah dikunci dapodiknya. Artinya, tidak bisa menambah rombel lagi. Ketika zona ditetapkan 100, itu tidak bisa ditambah. Karena anak yang ditambah tidak punya nomor induk siswa nasional,” ungkapnya.
Ia pun meminta agar masyarakat mematuhi aturan zonasi karena tak lagi memungkinkan dilakukan pengecualian seperti tahun-tahun sebelumnya.
PPDB Kota Pangkalpinang sendiri, menurut Erwandy, dijadwalkan dimulai pada bulan Juni. Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sosialisasi dan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan.
Terkait kebijakan zonasi tahun ini, ia menjelaskan adanya perbedaan dari tahun sebelumnya. “Kalau tahun kemarin usia jadi prioritas pertama, sekarang yang utama adalah domisili. Usia jadi nomor dua,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Erwandy juga menyinggung soal kebutuhan guru di Kota Pangkalpinang. Ia mengakui bahwa jumlah guru masih belum ideal, terutama akibat keterbatasan dalam merekrut tenaga pendidik baru.
“Sekarang guru memang kurang. Yang dilantik itu guru honorer jadi P3K, tapi setiap tahun ada yang pensiun. Kami sudah berikhtiar ke kementerian, tapi karena UU 20, tidak boleh lagi merekrut,” katanya.
“Makanya kami minta teman-teman guru menambah jam mengajar sebagai bentuk pengabdian. Hitung-hitung menambah pahala,” sambungnya.
Pemerintah kota, lanjutnya, telah mengusulkan penambahan lebih dari 300 guru ke BKD, namun realisasinya akan sangat tergantung pada kemampuan anggaran daerah.
“Intinya bisa mengefektifkan dan menambah daya jangkau pendidikan di tengah keterbatasan,” tuturnya.
Mengenai sistem pembelajaran saat ini, Erwandy menilai bahwa penerapan Kurikulum Merdeka masih terus berproses dan memerlukan adaptasi berkelanjutan. Ia menekankan pendekatan deep learning yang menjadi ciri kurikulum tersebut.
“Deep learning itu ada tiga: mindful, joyful, dan meaningful. Kita menyesuaikan dengan kondisi. Intinya guru-guru kita adaptif kok,” ucapnya.
Dengan semangat Hardiknas ini, Erwandy berharap seluruh elemen pendidikan di Kota Pangkalpinang terus bersinergi membangun kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
- Penulis: admin


