Ketua Bawaslu Kepulauan Babel Harapkan Media Massa Bersikap Netral
- account_circle
- calendar_month Sab, 14 Sep 2024
- visibility 93
- comment 0 komentar

PANGKALPINANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) EM Osykar, mengharapkan media massa untuk bersikap netral.
Demikian disampaikan Osykar dalam sambutannya di acara Pengawasan Partisipatif Bersama Media Massa “Indeks Kerawanan Pemilu pada Pemilihan Serentak Tahun 2024″ di Soll Marina Hotel Bangka Tengah, Sabtu (14/9/2024).
“Rekan-rekan Media Massa dan Bawaslu memiliki fungsi yang serupa, yakni mengawasi. Menjelang Pilkada Serentak 2024 ini, kami harapkan rekan-rekan media dapat bersikap netral, tidak menggiring opini, apalagi memiliki kepentingan tertentu,” ucap Osykar.
Osykar mengatakan, masyarakat saat ini dihadapkan dengan permasalahan menjaga integritas demokrasi di tengah dinamika sosial politik dan teknologi.
“Pelaksanaan Pilkada Serentak semakin dekat, efektifnya lebih kurang sekitar 2 bulan menuju hari pemungutan suara. Tentunya, ini merupakan momentum besar bagi bangsa kita, khususnya Provinsi Kepulauan Babel,” ujarnya.
“Tak dapat kita pungkiri, potensi kerawanan dalam proses pemilu itu pasti selalu ada. Bentuk pelanggarannya pun bermacam-macam, mulai dari money politic (politik uang) hingga penyebaran hoax (berita bohong), yang tentunya dapat memecah belah persatuan,” tambahnya.
Lebih lanjut Osykar berharap, media massa dapat meyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat mengenai kerawanan pemilu, agar tercipta pemilu yang damai, sesuai dengan asas pemilu yakni langsung umum bebas, rahasia jujur dan adil (Luberjurdil).
Osykar meyakini, melalui sinergitas yang tercipta antara Bawaslu Kepulauan Babel dan Media Massa, dapat mencegah serta meminimalisir berbagai bentuk pelanggaran, yang mungkin muncul selama proses pemilihan nantinya.
“Media massa memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Salah satu tugas dari rekan-rekan media massa ini adalah menyebarkan informasi yang objektif dan edukatif pada masyarakat,” ujarnya.
“Selain itu, media massa juga memiliki peranan sebagai pengawas, guna mengawal dan menjaga proses pemilu, supaya segala tahapannya berlangsung secara transparan,” tukasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, puluhan insan pers dari berbagai media, baik itu cetak, siber, radio dan televisi sebagai peserta.
Turut hadir pula anggota Bawaslu Kepulauan Babel dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kepulauan Babel.
- Penulis:


