Cabup Beltim Kamaruddin Muten, Ajak Keluarganya yang Mualaf Ikut Deklarasi
- account_circle
- calendar_month Rab, 18 Sep 2024
- visibility 198
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (BELITUNG TIMUR) — Calon Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten atau yang akrab disapa Afa, mengajak istri dan anaknya saat menemui ribuan warga Belitung Timur yang hadir dalam deklarasi di Lapangan Yagor Manggar, Minggu (15/9/2024).
Acara deklarasi pasangan Calon Bupati-Cawabup Beltim Kamaruddin Muten-Khairil Anwar ini dibalut dengan kegiatan jalan sehat.
Sedikitnya 30.000 warga Belitung Timur tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat dan Deklarasi Pasangan Kamaruddin Muten dan Khairil Anwar tersebut.
Dalam acara jalan sehat dan deklarasi ini, Kamarudin Muten mengajak keluarganya. Suasana begitu hangat tatkala Muten memperkenalkan keluarganya, yang salah satunya merupakan Mualaf.
Tujuan Muten memperkenalkan istri dan anaknya itu, ia ingin menunjukkan betapa indahnya toleransi yang terjalin di tengah masyarakat Belitung Timur selama ini.
Untuk itu, dalam sambutannya di hadapan ribuan warga Beltim. Muten mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi toleransi yang sudah terjaga selama ini.
Menurut Muten, salah satu cara memelihara toleransi adalah membangun saling menghargai, gotong royong dan hidup rukun sesama tetangga, meskipun berbeda agama dan kepercayaan yang dianut masing-masing.
Muten mencontohkan toleransi yang dibangun keluarganya selama ini. Anak perempuan Muten adalah mualaf.
”Seperti dalam keluarga saya. Ini putri saya bernama Grace Muten. Dia ini anak perempuan saya yang beragama islam. Dia mualaf dan kami biasa hidup harmoni dalam keluarga sekalipun kami berbeda agama,” ungkapnya.
Pelajaran penting ini menjadi pencerahan bagi puluhan ribu warga Beltim yang menghadiri deklarasi dan jalan sehat. Bahkan, membuat salah seorang warga yang bernama Yunar merasa terharu dengan sosok Kamaruddin Muten, yang mampu membangun toleransi dalam keluarganya.
“Saya sangat terkesan dengan sosok pemimpin seperti Bapak Muten ini. Beliau sangat menghargai perbedaan, hidupnya rukun walaupun dalam satu rumah terdapat beda keyakinan. Beliau sangat bahagia. Sebagai warga Belitung Timur saya mengidolakan pemimpin seperti bapak Muten ini,” ujarnya.
Editor: Bangdoi
- Penulis:


