Hingga September 2024, Progres Evakuasi KM Lintas Armada Nusantara Mangkrak!
- account_circle
- calendar_month Sab, 21 Sep 2024
- visibility 120
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) – Sejak tenggelam di alur keluar masuk pelabuhan Pangkalbalam pada 7 Juli 2024 lalu, proses evakuasi KM Lintas Armada Nusantara hingga kini masih belum menunjukkan progres apapun.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi tenggelamya KM Lintas Armada Nusantara pada Sabtu (21/9/2024) siang, posisi kapal yang bermuatan 1000 ton pupuk itu masih tetap berada dititik tengelamnya dengan kondisi miring.
Salah satu sumber terpercaya media ini menyayangkan mangkraknya proses evakuasi kapal tersebut. Menurut dia, mangkraknya progres evakuasi kapal tersebut sangat membahayakan pelayaran di Pelabuhan Pangkalbalam.
Dia juga menyayangkan pihak-pihak terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Keagenan Kapal yakni PT Lautan Mulia Purnama dan Owner Kapal yakni PT Mulia Kawan Sejati seolah-olah abai terhadap proses evakuasi kapal tersebut.
“Posisi tenggelamnya kapal itu kan di alur pelayaran. Jika tidak segera di evakuasi, sangat membahayakan pelayaran. Harusnya, pihak terkait seperti KSOP Pangkalbalam, keagenan kapal dan owner kapal segera berkoordinasi untuk proses evakuasi kapal itu,” ujar Sumber.
“Bulan Agustus kemarin, ada 3 (tiga) kapal Tugboat Kepanduan melakukan penarikan ke KM Lintas Armada Nusantara, tapi cuma dipinggirkan saja dan itu tentunya bukan solusi. Apakah harus ada korban dulu baru pihak-pihak terkait mau bergerak mengevakuasi kapalnya? kalau bisa jangan sampai terjadi seperti itu,” lanjutnya.
“Kalau tidak salah, untuk proses evakuasi kapal itu harus diurus dulu ke pihak asuransi. Harusnya pihak-pihak terkait segera berkoordinasi dengan pihak asuransi agar proses pemindahan kapalnya bisa segera dilakukan. Jangan abai dan diam saja tanpa tindakan apa-apa,” lanjutnya lagi.
Terpisah, Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Pangkalpinang, Eko Supriyadi turut menyampaikan hal senada. Menurutnya, kapal yang akan masuk ke pelabuhan Pangkalbalam seperti kehilangan tempat berlabuh.
Karena, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Bangka Jaya Line (BJL) itu, kapal-kapal yang akan masuk ke pelabuhan tidak diperbolehkan langsung masuk ke kolam pelabuhan.
“Betul, belum ada proses evakuasi apapun hingga hari ini. Kalau dibiarkan terus seperti ini, kapal lain bisa kehilangan tempat berlabuh,” terang Eko.
“Kalau kapal yang akan berlabuh tidak langsung masuk ke kolam pelabuhan, maka harus menunggu hingga sekitar 1 (satu) minggu, karena terkendala air surut,” imbuhnya.
Eko berharap, pihak-pihak terkait segera mengevakuasi bangkai KM Lintas Armada Nusantara, supaya tidak memberikan efek negatif ke masyarakat.
“Semoga proses evakuasi KM LAN ini bisa segera teratasi, agar tidak memberikan dampak negatif ke masyarakat,” harapnya.
Hingga berita ini dipublish, pihak terkait yakni KSOP Pangkalbalam, PT Lautan Mulia Purnama selaku Keagenan Kapal dan PT Mulia Kawan Sejati selaku Owner Kapal masih dalam upaya konfirmasi media ini terkait update proses evakuasi KM Lintas Armada Nusantara.
Tenggelam Sejak 7 Juli 2024
Mengutip dari berbagai sumber, KM Lintas Armada Nusantara yang bermuatan 1000 Ton pupuk dan 13 orang Anak Buah Kapal (ABK) tenggelam di perairan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, pada Minggu (7/7/2024) dinihari lalu.
KM Lintas Armada Nusantara diduga mengalami kebocoran ketika berlabuh menunggu antrean bongkar muat. Menurut pengakuan salah satu ABK, kejadian tenggelamnya KM Lintas Armada Nusantara berlangsung sangat cepat.
ABK itu menerangkan, kejadian bermula saat kapal nahas itu akan lego jangkar di depan KM Sentosa 12. Akan tetapi, lanjutnya, karena arus perairan Pangkalbalam sedang surut deras, KM Lintas Armada Nusantara mengalami larat dan hanyut, hingga ke depan haluan KM Sentosa 12.
Mengetahui kondisi itu, Nahkoda Kapal yakni Bambang Suedi, segera menghidupkan mesin. Tapi karena arus yang cepat, akhirnya menyebabkan kapal tak sempat melakukan olah gerak, hingga akhirnya menabrak bagian depan KM KM Sentosa 12.
Kapal tersebut pun langsung miring secara cepat dan seluruh ABK segera mengevakuasi diri ke lambung kapal yang miring.
Akhirnya kapal nahas itu pun terbalik. Nahkoda kapal langsung menghubungi unsur maritim KSOP Pangkalbalam dan menginfokan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang guna meminta bantuan evakuasi.
Dari proses evakuasi, 13 ABK kapal tersebut seluruhnya selamat, akan tetapi 1000 ton pupuk non subsidi yang dimuat oleh kapal tersebut tak berhasil diselamatkan dan tenggelam di perairan Pangkalbalam.
- Penulis:


