Dody Kusdian: Babel Harus Kurangi Plastik Sekali Pakai Demi Generasi Mendatang
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 28 Agu 2025
- visibility 93
- comment 0 komentar

Dody Kusdian: Babel Harus Kurangi Plastik Sekali Pakai Demi Generasi Mendatang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Anggota DPRD Babel, Dody Kusdian, menyerukan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
“Kita berharap Provinsi Babel dapat mendorong regulasi terkait pengurangan penggunaan plastik, karena dalam jangka panjang berdampak negatif pada lingkungan kita,” ujar Dody saat ditemui wartawan, Kamis (28/8/2025).
Dody menegaskan, sampah plastik termasuk jenis limbah yang sangat sulit terurai dan dapat bertahan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Menurutnya, dampak plastik bukan hanya mencemari tanah, air, dan udara, tetapi juga mengancam kehidupan laut maupun darat.
“Hewan kerap menelan plastik, sementara bagi manusia berpotensi memicu masalah kesehatan serius seperti gangguan organ hingga kanker,” tegasnya.
Ia menilai pengurangan plastik harus dilakukan secara kolektif dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, sekolah, hingga masyarakat. Di sekolah yang dikelolanya, Dody sudah menerapkan aturan bebas plastik.
“Di sekolah yang kami kelola, sudah tidak diperbolehkan lagi penggunaan plastik untuk membungkus makanan. Edukasi ini kami mulai sejak dini. Selain itu, kami juga sudah memulai pengelolaan sampah organik menjadi pupuk tanaman,” jelasnya.
Politisi Babel itu menekankan, langkah pengurangan plastik perlu dijalankan secara bertahap dengan menghadirkan alternatif ramah lingkungan, seperti kantong belanja non-plastik yang bisa dipakai berulang kali.
Ia juga mengingatkan tentang dampak nyata sampah plastik terhadap sektor pariwisata, khususnya di Belitung. Saat musim angin barat, banyak sampah plastik terbawa ke pesisir pantai sehingga merusak keindahan dan mencemari laut.
“Kalau kita tidak memperhatikan masalah ini, laut akan tercemar, ekosistem laut rusak, hewan tersangkut atau menelan sampah plastik, dan lama-lama kehidupan di laut akan mati. Bali sudah memberi contoh bagaimana serius menangani persoalan limbah plastik, dan Babel juga harus bergerak ke arah itu,” pungkasnya.
- Penulis: admin


