Antrean BBM di Babel Makin Resah, Didit Srigusjaya Akan Panggil Pertamina hingga Kapolda
- account_circle admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar

Antrean BBM di Babel Makin Resah, Didit Srigusjaya Akan Panggil Pertamina hingga Kapolda
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengambil langkah tegas setelah menerima gelombang keluhan terkait karut-marut distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya. Didit menemui perwakilan ulama dan tokoh umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bangka Belitung, di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Dalam audiensi tersebut, Aliansi Umat Islam Babel membeberkan fakta lapangan mengenai antrean kendaraan yang mengular di hampir seluruh SPBU. Selain itu, mereka menyoroti lonjakan harga eceran BBM bersubsidi jenis Pertalite yang mencekik masyarakat.
Didit mengungkapkan persoalan ini sudah sangat mengganggu urat nadi perekonomian daerah. Ia menerima laporan langsung mengenai kerugian para pedagang, akibat pasokan barang dagangan yang terhambat. Bahkan, sejumlah komoditas dilaporkan membusuk karena truk distribusi terjebak antrean BBM yang berlarut-larut.
Lebih memprihatinkan lagi, antrean panjang di SPBU kini menyita waktu produktif dan ibadah warga. Banyak pengendara yang terpaksa menghabiskan waktu di jalan hingga melewati waktu salat Magrib dan Isya demi mendapatkan BBM.
“Ini menurut kita sudah di luar batas kewajaran. Maka kita pertanyakan kendala-kendala ini di mana,” ujar Didit.
Dalam audiensi itu, lonjakan harga eceran juga menjadi sorotan. Merujuk surat permohonan audiensi tertanggal 26 Oktober 2026, Aliansi Umat Islam Babel mengungkapkan harga eceran Pertalite di Kota Pangkalpinang sudah menyentuh angka Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter. Kondisi lebih parah terjadi di Tempilang Kabupaten Bangka Barat, di mana harga Pertalite eceran melesat hingga Rp17.000 per liter.
Merespons hal tersebut, Didit menegaskan pihaknya secara resmi akan melayangkan undangan kepada General Manager (GM) Pertamina, Kapolda Babel, pemerintah daerah, serta seluruh pemilik SPBU di Bangka Belitung.
Pertemuan tersebut, kata dia,, dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, dengan tujuan untuk mengurai benang kusut kendala distribusi dan merumuskan langkah konkret jangka panjang.
“Kita ke depan tidak mencari masalah, tapi mencari solusi,” tegas Didit.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan tidak menutup mata. Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat harus menjadi prioritas utama agar aktivitas ekonomi Babel kembali normal.
Lebih lanjut, Didit juga memperingatkan semua pihak agar tidak meremehkan krisis ini. Jika penanganan lambat, ia khawatir masalah ini akan menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau ini dibiarkan, saya khawatir ini akan menjadi masalah sosial di Bangka Belitung,” pungkasnya.
- Penulis: admin


