Audiensi dengan APDESI, Didit: Harga Sawit Turun bak Air Hujan, Idealnya Rp2.700 per Kilogram
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar

Audiensi dengan APDESI, Didit: Harga Sawit Turun bak Air Hujan, Idealnya Rp2.700 per Kilogram
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, merespons jeritan para petani kelapa sawit. Bertempat di ruang Banmus DPRD pada Selasa (2/6/2026), Didit menggelar audiensi bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Babel guna membedah karut-marut perdagangan dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang kian menjepit ekonomi warga.
Dalam pertemuan tersebut, Didit menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengawal stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Pihaknya mendesak seluruh Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) di Babel untuk mematuhi regulasi pusat dan mengembalikan harga beli sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
“Jadi hasil rapat hari ini. Pertama, DPRD mengacu kepada kesimpulan rapat di kementerian pertanian yang dipimpin bapak Wamen tanggal 29 Mei 2026. Artinya DPRD minta tolong para pabrik-pabrik Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) membeli sawitnya dikembalikan berdasarkan hasil kesepakatan rapat dengan Dinas Pertanian Perkebunan tanggal 7 Mei 2026 kemarin di Kantor Gubernur. Karena disini sesuai dengan hasil kesepakatan bahwa diminta kepada para kepala daerah baik itu Gubernur, Bupati untuk menindaklanjuti Permentan No. 13 2024,” tegas Didit.

Suasana audiensi (Foto: Hery_DoorstopID)
Selain masalah harga, audiensi ini juga membongkar dugaan praktik curang di lapangan yang merugikan petani, salah satunya terkait manipulasi timbangan buah sawit. Menanggapi laporan tersebut, aparat kepolisian langsung mengambil tindakan konkret. Satgas Pangan Polda Babel yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kombes Pol Nanang Haryono, memastikan bakal mengusut tuntas indikasi permainan curang ini.
“Yang kedua, ada aspirasi bahwa terjadi permainan timbang. Pak Dirreskrimsus Alhamdulillah akan menindaklanjuti. Yang ketiga, satgas pangan Polda Bangka Belitung yang dihadiri oleh Dirreskrimsus, Kombes Pol Nanang Haryono, segera mengadakan rapat dengan stafnya untuk menindaklanjuti amanat yang disampaikan oleh pemerintah pusat ini. Tentang masalah harga, mereka akan pantau seperti apa, Jika ada yang melenggar, itu wewenangnya daripada kepolisian,” lanjut Didit.
Lebih lanjut, Didit juga menyoroti ketimpangan antara harga jual sawit dan tingginya harga pupuk di pasaran saat ini. Anjloknya harga TBS dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus ditanggung petani, sehingga memicu efek domino yang merusak sendi-sendi ekonomi daerah.

Didit Srigusjaya memimpin audiensi, didampingi Wakil Ketua DPRD Eddy Iskandar dan Edi Nasapta (Foto: Hery_DoorstopID)
“Yang keempat terkait masalah pupuk. Harga sawit turun seperti air hujan, naiknya seperti siput berjalan. Turunnya hampir Rp. 1.200, naiknya Rp. 250 Artinya belum stabil. Karena dengan harga pupuk seperti ini, menurut para petani dibeli Rp. 2.700 per kilogram Itu idealnya. Sehingga mereka bisa bernafas. Tapi saat ini dibeli Rp. 2.100 per kilogram. Terjadi kerugian. Jadi jika harga sawit ini drop, berdampak kepada daya beli masyarakat, UMKM lemah, pasar sepi, kriminal juga tinggi. Ini akan kompleks permasalahannya,” papar Didit.
Dirinya juga memastikan langkah ini tidak akan berhenti di tingkat daerah saja. Guna mencari solusi permanen dari hulu ke hilir, Didit menjadwalkan pertemuan langsung dengan otoritas pusat di Jakarta dalam waktu dekat.
“Terakhir, kami akan ketemu dengan Bapak Direktur Jenderal Kementerian Perkebunan untuk memastikan langkah-langkah ini seperti apa. InsyaAllah kami akan diterima pada hari Kamis 4 Juni nanti,” pungkas Didit.
- Penulis: admin


