Inflasi Babel April 2025 Capai 1,37 Persen, Komoditas Pangan dan Perhiasan Jadi Penyumbang Utama
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 2 Mei 2025
- visibility 78
- comment 0 komentar

Inflasi Babel April 2025 Capai 1,37 Persen, Komoditas Pangan dan Perhiasan Jadi Penyumbang Utama
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,37 persen pada April 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,03. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,77 persen.
Menurut siaran pers BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diterima redaksi doorstop.id, Jumat (2/5/2025), inflasi Babel secara tahunan ini terutama dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), dan minyak goreng. Sedangkan inflasi bulanan disebabkan oleh kenaikan harga sawi hijau, ikan selar, dan kangkung.
Secara wilayah, inflasi tertinggi secara tahunan terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 1,67 persen dan secara bulanan mencapai 0,85 persen.
Sementara itu, Belitung Timur mencatat inflasi tahunan sebesar 1,64 persen dan bulanan 0,60 persen. Kabupaten Bangka Barat mengalami inflasi tahunan 1,48 persen dan bulanan 0,66 persen, sedangkan Tanjung Pandan mencatat inflasi tahunan paling rendah yakni 0,23 persen, dengan inflasi bulanan 0,95 persen.
Nilai Tukar Petani Turun 4,55 Persen, Kelapa Sawit hingga Lada Penyebab Utama
Nasib petani di Babel mendapat sorotan setelah Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar 4,55 persen. Indeks NTP tercatat 149,01.
Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 3,39 persen, yang dipicu anjloknya harga kelapa sawit, karet, dan lada. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) justru naik 1,22 persen akibat kenaikan harga bawang merah, sawi hijau, dan cabai rawit.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pun ikut turun 3,52 persen menjadi 148,58. Sementara itu, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik tipis 0,14 persen menjadi 123,23.
“Penurunan NTP ini bukan hanya terjadi di Babel, tapi juga melanda seluruh provinsi di Sumatera, dengan penurunan terdalam tercatat di Bengkulu sebesar 7,23 persen,” tulis BPS.
Transportasi Laut dan Udara Tumbuh, Jumlah Penumpang Naik Tajam
Sektor transportasi menunjukkan geliat positif. Pada Maret 2025, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat dari Babel melonjak 72,12 persen menjadi 50,86 ribu orang, sementara penumpang datang meningkat 37,10 persen menjadi 35,31 ribu orang.
Di sisi lain, volume barang yang dimuat naik 49,11 persen menjadi 267,73 ribu ton, namun volume bongkar turun tipis 0,44 persen menjadi 167,80 ribu ton.
Angkutan udara juga mencatatkan kenaikan. Di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, penumpang berangkat naik 4,32 persen menjadi 43,63 ribu orang, dan penumpang datang melonjak 41,21 persen menjadi 54,91 ribu orang.
Sementara di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Belitung, penumpang berangkat naik 15,47 persen dan penumpang datang meningkat 30,01 persen.
Kunjungan Wisatawan Turun, Hunian Hotel Merosot
Meski transportasi tumbuh, sektor pariwisata justru menunjukkan penurunan. Jumlah tamu menginap di hotel di Babel pada Maret 2025 tercatat 31.980 orang, turun 15,78 persen dibanding Februari yang mencapai 37.974 orang.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang juga merosot 6,29 poin menjadi 16,04 persen. Namun, rata-rata lama menginap tidak berubah, yakni tetap di angka 1,53 malam.
Ekspor Melesat, Impor Nihil
Di sisi perdagangan, Babel mencatatkan capaian gemilang. Nilai ekspor Maret 2025 tembus US$205,39 juta, naik 60,48 persen secara tahunan dan 41,17 persen secara bulanan.
“Tidak ada impor tercatat pada bulan yang sama, sehingga neraca perdagangan mengalami surplus penuh sebesar US$205,39 juta,” terang BPS dalam rilis tersebut.
Produksi Padi Naik 16,58 Persen, Luas Panen Bertambah
Sementara itu, sektor pertanian memberikan kabar positif. Luas panen padi sepanjang 2024 mencapai 18.203 hektare, naik 19,09 persen dibanding tahun sebelumnya.
Produksi padi juga meningkat 16,58 persen menjadi 77.490 ton GKG. Peningkatan ini turut mendorong naiknya produksi beras konsumsi menjadi 45.931 ton, bertambah 6.533 ton dari tahun sebelumnya.
Informasi selengkapnya dapat diakses melalui situs resmi BPS Babel di https://babel.bps.go.id/pressrelease.html.
- Penulis: admin


