Driver Ojek Online Babel Desak DPRD Hapus Aplikasi Beta yang Dianggap Merugikan
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 12 Mar 2025
- visibility 100
- comment 0 komentar

Driver Ojek Online Babel Desak DPRD Hapus Aplikasi Beta yang Dianggap Merugikan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Puluhan pengemudi ojek online dan komunitas URC-PGK mendatangi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (12/3/2025) pagi.
Mereka menyuarakan keluhan terkait penurunan pendapatan akibat fitur negosiasi harga dalam aplikasi Beta, yang dianggap merugikan mereka.
Ketua Garuda Online Babel, Yanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan aturan dari Kementerian Perhubungan, tarif dasar ojek online di Zona 1 (Sumatra, Bali, dan Jawa) berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 untuk jarak 0–4 km, dengan tarif per kilometer antara Rp2.000 hingga Rp2.500. Namun, kehadiran fitur negosiasi dalam aplikasi Beta menyebabkan tarif menjadi jauh lebih rendah.
“Semenjak ada aplikasi Grab Nego, tarif dasar yang awalnya Rp8.000 kini hanya Rp6.300. Dengan adanya aplikasi ini, kami merasa seperti diperas,” ujar Yanto.
Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait, agar segera menghapus fitur tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.
“Kami mohon Dishub dan jajarannya dapat menghapus aplikasi ini supaya bisa mentaati peraturan yang telah disepakati bersama,” tutur Yanto.
Senada, Ari dari komunitas URC-PGK menyatakan bahwa kehadiran aplikasi Beta ini telah menimbulkan keresahan di kalangan pengemudi ojek online.
“Ini adalah puncak keresahan kami. Kami sudah mencoba audiensi dengan Grab Pangkalpinang, tetapi tidak berhasil,” kata Ari.
Ari mencontohkan, bahwa tarif perjalanan dari Greenland ke Bandara yang seharusnya Rp90 ribu, kini hanya menjadi Rp50 ribu akibat fitur negosiasi harga di aplikasi Beta.
“Pendapatan kami menurun hingga 90 persen. Oleh sebab itu, kami berharap agar aplikasi Beta ini bisa dihilangkan dari Babel,” tegasnya.
Sementara itu, menanggapi keluhan ini, Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, menyatakan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat.
“Karena ini menyangkut masalah teknologi, kami sepakat dengan Dishub bahwa hari Jumat nanti akan berangkat ke Kementerian Perhubungan untuk membahas tarif dasar ini,” ujarnya.
Terkait aplikasi Beta, Didit mengatakan bahwa persoalan ini berada di ranah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Manusiawi kalau masyarakat ingin harga murah. Tapi, dibandingkan daerah lain, jumlah penduduk di Babel tidak sebanyak itu, sehingga dampaknya lebih terasa bagi para pengemudi ojek online,” tambahnya.
Selain itu, aplikasi Beta ternyata tidak tersedia di Palembang dan Lampung. Oleh karena itu, pihaknya akan mencari cara agar fitur tersebut bisa dihapus di Babel.
“Kami ingin agar pengemudi ojek online di Babel tidak terdampak oleh aplikasi ini, karena dengan adanya fitur negosiasi, pendapatan mereka menurun hampir 50 persen,” tutup Didit.
- Penulis: admin


