Efisiensi Anggaran, Ekonom: Awas Menggerus Ekonomi Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 13 Feb 2025
- visibility 63
- comment 0 komentar

Pemangkasan Anggaran Dinilai Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pemerintahan Prabowo Subianto tengah menggalakkan upaya penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan memangkas berbagai pos anggaran kementerian dan lembaga. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dinilai dapat berdampak negatif pada perekonomian nasional.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai langkah pemangkasan anggaran justru berpotensi menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada tahun 2025.
“Saya rasa akan berat tercapai jika ada pemangkasan anggaran karena menurut teori, salah satu komponen pendorong pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah,” ujar Esther, seperti yang dikutip dari MNC Portal Indonesia, Kamis (13/2/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengurangan belanja pemerintah dapat memperburuk kondisi ekonomi, terutama di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
Selain itu, kenaikan tarif pajak yang baru saja diberlakukan pemerintah juga menjadi faktor pemberat yang bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan, Esther menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan investasi dan ekspor komoditas dalam negeri.
“Investasi dan ekspor menjadi tumpuan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tapi saya rasa ekspor hanya akan meningkat jika terjadi commodity boom price,” tuturnya.
“Oleh karena itu, sebaiknya volume ekspor ditingkatkan dan produk ekspor harus memiliki nilai tambah, artinya diolah lebih dulu,” tandasnya.
- Penulis: admin


