Matangkan Persiapan HPN 2026 di Banten, PWI Pusat: Tak Sekadar Seremoni Tahunan, Tapi Pemicu Efek Domino Ekonomi Daerah
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- visibility 80
- comment 0 komentar

Rangkaian Kegiatan HPN akan Dimulai Sejak Awal November 2025 Hingga Januari 2026
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Persiapan penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 mulai dimatangkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Tahun depan, peringatan HPN akan dipusatkan di Kota Serang, Provinsi Banten, pada 9 Februari 2026 mendatang.
Rapat koordinasi awal penyelenggaraan HPN digelar di Ruang Pleno Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang selaku Ketua Panitia HPN 2026, serta Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto dan jajaran pengurus PWI Pusat lainnya.
Dalam arahannya, Akhmad Munir menegaskan bahwa HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum konsolidasi nasional insan pers yang harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin HPN di Banten nanti tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan insan pers di seluruh Indonesia,” ujar Munir, yang juga Direktur Utama LKBN Antara.
Munir menambahkan, rapat tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan terkoordinasi, mulai dari kick-off HPN, penetapan tema dan logo, hingga penyusunan agenda pra-HPN seperti pagelaran budaya Banten dan Kemah Wartawan Badui.
Rangkaian kegiatan HPN akan dimulai sejak awal November 2025 hingga Januari 2026, meliputi kampanye media, safari jurnalistik, literasi digital, seminar, kemah wartawan, dan peluncuran buku.
Menjelang puncak acara 9 Februari 2026, akan digelar sejumlah forum strategis nasional, seperti seminar pembangunan pasca-PSN, seminar pariwisata hijau, konvensi media massa bertema keberlanjutan media di era kecerdasan buatan, serta Konferensi Kerja Nasional PWI.
Efek Domino Ekonomi Daerah
Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 Zulmansyah Sekedang menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan HPN selalu membawa efek domino ekonomi bagi daerah tuan rumah.
Menurutnya, kegiatan HPN terbukti mampu mendorong peningkatan investasi, pengembangan pariwisata, serta menarik perhatian pemerintah pusat terhadap daerah penyelenggara.
“Setiap daerah penyelenggara HPN biasanya merasakan efek domino setelah kegiatan berlangsung. Ekonomi lokal tumbuh, investasi dan pembangunan meningkat, pariwisata berkembang, dan biasanya ada juga dukungan langsung dari Presiden,” jelas Zulmansyah.
Efek tersebut, lanjutnya, sudah terbukti di sejumlah daerah seperti Lombok (NTB), Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur.
Zulmansyah mencontohkan, HPN 2016 di NTB menjadi momentum kebangkitan pariwisata daerah tersebut.
Setelah HPN digelar di Lombok, kata Zulmansyah, banyak infrastruktur baru terbangun, sektor pariwisatanya melonjak dan perhatian pemerintah pusat meningkat.
“Salah satunya adalah kehadiran Sirkuit Mandalika yang kini menjadi ikon nasional,” tambahnya.
Berdasarkan pengalaman positif itu, PWI Pusat berharap HPN 2026 di Banten dapat menorehkan capaian serupa, terutama dalam memperkuat industri media, mendorong investasi daerah, serta memperluas kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan insan pers nasional.
“HPN bukan sekadar ajang seremoni, tapi motor penggerak sinergi pembangunan dan kemajuan daerah,” tutup Zulmansyah. (*)
- Penulis: admin


