Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Mengenang Paulus Tsen On Ngie, Perintis Gereja Katolik di Pulau Timah

Mengenang Paulus Tsen On Ngie, Perintis Gereja Katolik di Pulau Timah

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 460
  • comment 0 komentar

Mengenang Paulus Tsen On Ngie, Perintis Gereja Katolik di Pulau Timah

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Di tengah riuh perkembangan zaman dan deras arus modernisasi, ada sosok yang jejak sejarahnya terus hidup dalam ingatan umat Katolik di Bangka. Namanya Paulus Tsen On Ngie, atau dalam ejaan Tionghoa-nya, Zeng Aner, seorang tabib asal Tiongkok yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan dan iman Katolik di pulau yang dikenal sebagai penghasil timah itu.

“Beliau bukan hanya seorang penyebar agama, tapi juga seorang pelayan kemanusiaan. Ia menjadi ayah bagi anak yatim, pengasuh bagi orang jompo, dan penguat iman bagi para pekerja tambang,” ungkap Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, sejarawan dan budayawan Bangka Belitung yang juga penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Dari Cungphin ke Sungaiselan

Tsen On Ngie lahir di Cungphin, Tiongkok, pada tahun 1795. Ia tiba di Mentok pada 5 September 1830 setelah berlayar dari Penang, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Sungaiselan. Di sana, ia bekerja sebagai sinshe yaitu tabib pengobat tradisional bagi para pekerja tambang asal Tiongkok yang mengadu nasib di Bangka. Namun lebih dari itu, ia juga mulai memperkenalkan ajaran Katolik kepada komunitas pekerja Tionghoa.

Selama 18 tahun di Sungaiselan, Tsen On Ngie bukan hanya menyembuhkan luka fisik, tapi juga merawat batin dan menumbuhkan harapan. Ia mendidik umat, mengasuh anak yatim, mendirikan rumah jompo, dan menjadi penggerak iman di tengah keterbatasan.

“Beliau mengurus semuanya seorang diri, tanpa fasilitas gereja yang memadai. Dedikasinya sungguh luar biasa untuk ukuran seorang awam,” jelas Dato’ Elvian.

Membuka Jalan untuk Gereja Katolik

Pada tahun 1849, upaya Tsen On Ngie berbuah manis. Ia mengajukan permintaan resmi agar ada pastor yang datang melayani umat Katolik di Bangka. Maka datanglah Pastor Claessens dari Batavia, yang membaptis 50 orang pertama hasil binaan dan pengajaran Tsen On Ngie.

Kehadiran pastor kemudian dilanjutkan oleh Pastor Langenhoff pada 1853. Namun, karena harus melayani umat di Belitung, Palembang, dan Riau, Pastor Langenhoff kerap tidak berada di tempat. Maka Tsen On Ngie pun melanjutkan peran pastoral secara de facto sebagai pemimpin umat Katolik di Bangka.

Saat Pastor Langenhoff jatuh sakit dan dipulangkan ke Eropa pada 1867, Tsen On Ngie resmi menjalankan tugas sebagai Pastor Awam bagi seluruh umat Katolik di Pulau Bangka. Dedikasi ini terus ia jalankan hingga akhir hayatnya.

Akhir Hayat dan Warisan Iman

Tsen On Ngie wafat pada 14 September 1871. Sehari setelah kepergiannya, Pastor De Vries datang ke Sungaiselan dan memimpin misa arwah untuk menghormatinya. Namun penghargaan tertinggi baru datang lebih dari seabad kemudian.

Pada 10 November 1984, sisa jenazahnya digali dari pemakaman lama di Sungaiselan dan dipindahkan ke Pemakaman Sentosa Pangkalpinang. Pemindahan ini dilakukan oleh Mgr. R. Reichenbach, SS.CC., Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang, sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya.

“Pemindahan makam ini bukan sekadar relokasi jenazah. Ini adalah bentuk pengakuan resmi Gereja atas jasanya sebagai rasul perintis,” tegas Dato’ Elvian.

Di atas makamnya kini terpahat kata-kata abadi:

“Di Sini Beristirahat Rasul Perintis Gereja Katolik di Pulau Bangka
Paulus Cen On Ngie,
Cungphin (Tiongkok), 1795.
+Sungaiselan, 14 September 1871.
R I P”

Jejak Tak Terhapus Zaman

Kisah hidup Tsen On Ngie adalah bukti bahwa iman bisa tumbuh di tanah mana pun, bahkan dari tangan seorang tabib sederhana. Jejak pengabdiannya terus menginspirasi, membentuk akar kokoh bagi keberadaan Gereja Katolik di Bangka hingga kini.

“Sejarah Bangka tak lengkap tanpa menyebut nama Tsen On Ngie. Beliau adalah jembatan antara nilai-nilai Tionghoa, kemanusiaan universal, dan iman Katolik,” tutup Dato’ Akhmad Elvian.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less