Pemerintah Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Investasi Rp1.900 Triliun pada 2025
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 12 Des 2024
- visibility 111
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dalam lima tahun ke depan dan investasi sebesar Rp1.900 triliun pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, berbagai upaya serius dilakukan, termasuk penguatan kerja sama internasional, peningkatan investasi berorientasi ekspor, akselerasi ekonomi digital, transisi energi baru terbarukan dan hilirisasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2024 di Jakarta, menyatakan kebijakan utama yang diambil adalah konsumsi, investasi dan ekspor.
“Rumus konsumsi, investasi, dan ekspor ini sepertinya berulang. Kalau yang lalu mengandalkan CPO, tekstil, dan migas, sekarang kita menambah dengan hilirisasi, ekonomi digital dan semikonduktor,” ujar Airlangga, seperti dilansir dari laman Sawit Indonesia, Kamis (12/12/2024).
Airlangga juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan ekonomi Indonesia pada komoditas atau bahan mentah untuk menghindari fenomena Dutch Disease. Ia menyebutkan, pendalaman struktur di industri manufaktur perlu dilakukan untuk mendorong nilai tambah, mengingat sektor manufaktur berkontribusi hampir 20% dari GDP Indonesia.
Selain itu, Airlangga mendorong pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa KEK, kata Airlangga, masih membutuhkan perhatian khusus, namun KEK hilirisasi seperti KEK Gresik telah berjalan dengan baik dengan produksi emas sebesar 60 ton per tahun. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah membentuk bullion bank.
Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas berbasis pasir silika dan membangun ekosistem semikonduktor, termasuk menyiapkan SDM unggul untuk mendukung ekosistem tersebut.
“Semikonduktor penting karena dalam era digitalisasi, tidak ada satu perangkat pun yang tanpa semikonduktor,” tegas Airlangga.
Terkait energi baru terbarukan, pemerintah berkomitmen mengakselerasi green energy yang disampaikan dalam forum G20 dan APEC. Selain program geothermal dan green energy lainnya, pemerintah juga mengembangkan energi berbasis nuklir yang dianggap sebagai energi bersih dengan biaya yang relatif bersaing.
Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional demi kesejahteraan masyarakat. Airlangga menegaskan bahwa target pertumbuhan 8% dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dari investasi yang dilakukan.
“Sekarang investasi kita 30% dari GDP. Tetapi dengan ICOR sekitar 6, pertumbuhan kita memang 5%. Jika kita bisa tekan ICOR seperti sebelum krisis keuangan, ICOR kita 4, maka investasi di 32%. Dengan ICOR 4, pertumbuhannya 8%,” pungkas Airlangga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, Tim Asistensi Kemenko Perekonomian Raden Pardede, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Ketua APINDO Shinta Ramdhani.
- Penulis: admin


